Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kesehatan

Hati-Hati Buat Pria Produktif, Minim Bergerak Sebabkan Alami Gangguan Saluran Kemih

×

Hati-Hati Buat Pria Produktif, Minim Bergerak Sebabkan Alami Gangguan Saluran Kemih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260612 WA0005
Peserta memacu kecepatan saat lomba lari Fun Night Run di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/3/2026). Polres Tangerang Selatan menggelar lomba lari 100 meter yang diikuti sebanyak 64 peserta sebagai upaya mengurangi maraknya tawuran antar remaja pada bulan Ramadhan sekaligus menyalurkan minat dan bakat untuk kegiatan positif. (Antara)

TANGERANG, Kalimantanpost.com – Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono dr Dyandra Parikesit mengatakan pola hidup masyarakat modern yang minim bergerak, tingkat stres tinggi serta faktor genetik membuat pria di usia produktif kerap alami kesehatan saluran kemih.

“Banyak pria sering kali mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru ke dokter saat gejalanya memburuk. Meski dianggap penyakit orang tua, faktanya saat ini gangguan saluran kemih bisa dialami pria di usia berapa saja,” kata dr. Dyandra Parikesit di Tangerang Jumat (12/6/2026).

Kalimantan Post

dr Dyandra mengatakan salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah saluran kemih adalah skrining kesehatan urologi pria berdasarkan kelompok usia.

Untuk usia 30, fokus pada program kehamilan dan kesehatan reproduksi sebab pria umumnya berada di puncak masa produktif dan masa keemasan karier.

Tekanan pekerjaan yang memicu stres tinggi, kebiasaan merokok, serta pola hidup yang terlalu banyak duduk menjadi pemicu utama gangguan urologi pada usia muda.

Analisis sperma wajib bagi pria yang sedang merencanakan program kehamilan bersama pasangan. Melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel semen, dokter dapat mengevaluasi kuantitas, pergerakan, dan bentuk sperma.

“Ada juga deteksi dini varikokel untuk mendeteksi varikokel yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis. Varikokel merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria yang paling sering ditemukan pada usia produktif, namun sering kali tidak disadari,” ujarnya.

Untuk usia 45 ke atas, lanjutnya, perlu dilakukan evaluasi fungsi seksual & gejala awal prostat sebab tubuh pria mulai mengalami penurunan produksi hormon testosteron secara perlahan serta berkurangnya elastisitas jaringan saluran kemih.

Evaluasi disfungsi ereksi sering menjadi penanda adanya kerusakan pembuluh darah. Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan penyumbatan pembuluh darah akibat penyakit jantung koroner, hipertensi, atau diabetes mellitus.

Baca Juga :  Makan Sehat Tidak Harus Mahal: Ini Cara Penuhi Gizi Keluarga dengan Harga Terjangkau

Pemeriksaan fungsi ginjal berkala untuk memantau kadar Ureum dan Kreatinin. Skrining ini bertujuan untuk menilai kemampuan filtrasi ginjal dalam menyaring sisa metabolisme, sehingga tanda-tanda gagal ginjal dapat diidentifikasi sejak awal.

“Pemantauan gejala berkemih meliputi aliran urin yang melemah, harus mengejan saat berkemih, urin menetes di akhir BAB, atau sering terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil,” kata dr. Dyandra.

Usia 50 tahun ke atas wajib melakukan pemeriksaan saluran kemih tahunan. Pada fase ini, kelenjar prostat pria mengalami pertumbuhan sekunder yang rentan memicu keganasan.

Selain itu ada juga pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar protein PSA yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Peningkatan kadar PSA dalam darah menjadi indikator awal adanya gangguan pada prostat, termasuk risiko tinggi terkena kanker prostat, bahkan jauh sebelum gejala fisik muncul.

Prosedur diagnostik noninvasif untuk mengukur volume, kecepatan pancaran, dan durasi keluarnya urin saat berkemih. Hasil grafik dari alat uroflowmetry ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan sumbatan pada saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau Pembesaran Prostat Jinak.

“Jangan menunda pemeriksaan urologi hanya karena merasa belum ada keluhan yang menyakitkan. Melakukan skrining sejak dini dapat membantu mempertahankan fungsi reproduksi, seksual, dan sistem ekskresi urin yang optimal hingga usia lanjut,” kata dr Dyandra. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan