Pro Kontra Sikapi PTM di Banjarmasin

Terkadang khawatir ada tetapi dari pada di rumah main gadget aja, lebih baik sekolah langsung tatap muka dan dengan prokes ketat

BANJARMASIN, KP – Pola Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin Di Tahun Ajaran Baru 2021/2022 mendapat respon positif dari orangtua siswa.

Seperti yang diungkapkan Yuliana, orangtua dari salah satu siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mawar 2 Banjarmasin ini mengaku memang ada rasa khawatir dengan adanya resiko paparan Covid-19.

Kendati demikian, wanita yang akrab disapa Yuli itu merasa bersyukur dengan adanya PTM. Pasalnya ia menilai belajar di sekolah dapat mengurangi intensitas anaknya untuk bermain gadget.

Bahkan ia lebih takut jika anaknya hanya berada di rumah, karena tidak ada aktivitas lain selain terus bermain gadget.

“Terkadang khawatir juga, tapi daripada di rumah main gadget aja, lebih baik sekolah langsung tatap muka dan dengan prokes,” ucap Yuli saat menjemput anaknya, Selasa, (12/07) pagi.

Selain itu, dengan belajar langsung disekolah membuat anaknya merasa senang. Hal itu dikarenakan buah hatinya sudah lama tak merasakan suasana interaksi langsung di sekolah usai lulus sekolah TK. Baik bersama teman maupun guru.

“Suka sekali dia, soalnya sudah lama tidak berteman dengan sebayanya. Di Rumah kan sendiri aja,” ungkapnya.

Ia pun berharap, pelaksanaan PTM di kota Seribu Sungai ini bisa berjalan maksimal. Termasuk dari segi pembelajaran yang dilakukan .”Walaupun 2 jam saja, semoga dengan PTM ini lebih maksimal memberikan pembelajaran,” harapnya.

Dari pantauan di lapangan, siswa Kelas 1 di SDN Mawar 2 Banjarmasin tersebut diberikan materi terkait Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).

Berita Lainnya
1 dari 3.215

Terlihat dalam satu rombel, hanya diisi 10 hingga 15 murid saja yang mengikuti PLS sejak pukul 08.30 sampai 09.30 WITA. Lantas, bagaimana tanggapan para guru terkait pelaksanaan PTM ini?

Mengingat, hampir dua tahun sekolah tidak melaksanakan pembelajaran langsung secara tatap muka dikarenakan Pandemi Covid-19.

Dari pengakuan salah satu guru SDN Mawar 2 Banjarmasin, Noorhasanah yang mengakui hal tersebut tidak membuat beberapa pengajar di Kota Banjarmasin merasa kesulitan saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Alhamdulillah, hari pertama belajar mengajar lancar dan cukup bagus, meski lebih 1 tahun kita tidak mengajar tidak secara langsung, karena daring,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, guru yang mengajar di Kelas 1 tersebut mengaku senang karena bisa langsung memberikan materi secara langsung kepada siswanya.

Ia tak menampik jika pembelajaran secara daring banyak kendala yang dihadapi. Mulai dari sulitnya jaringan, orangtua murid yang tidak mempunyai gadget dan lain sebagainya.

“Kita kan materinya belajar membaca, susah kalau secara daring kalau memberikan materi membaca. Soalnya mereka masih kelas 1. Kalau ketemu langsung begini kan lebih mudah,” ujarnya.

Ia pun berharap, dengan pelaksanaan PTM di Kota Seribu Sungai ini, seluruh siswa lebih giat belajar di sekolah meski saat ini masih dalam ancaman Covid-19.

“Harapannya mudah-mudahan dengan PTM ini anak-anak lebih giat lagi belajarnya, kemudian pandemi Covid-19 cepat berakhir dan kembali seperti sedia kala,” tutupnya.

Diketahui juga, SDN Mawar 2 Banjarmasin mempunyai tim Satgas sekolah sebanyak 20 orang untuk melakukan pengawasan pelaksanaan PTM.

Protokol kesehatan pun ketat diterapkan pihak sekolah, mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan dan melakukan penyemprotan disinfektan usai pelaksanaan PTM. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya