Rutin Mandi dan Sikat Biar Nggak Jamuran

Banjarmasin, KP – Seperti halnya manusia, ular-ular hasil tangkapan Tim Animal Rescue, Kota Banjarmasin juga memerlukan perawatan. Tak sekedar ditangkap kemudian masukkan dalam kurungan

Seperti yang dilakukan oleh anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Hanafi.

Dengan bermodal selang plastik dan satu sikat pakaian, Hanafi terlihat cekatan saat memandikan ular hasil rescue yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal tersebut rutin dilakukan setiap dua sampai tiga hari sekali. Terutama bagi ular yang struktur sisiknya kasar seperti jenis ular karung (puraca untuk sebutan masyarakat Banjar).

Selain sisiknya yang kasar, habitat ular karung yang harus berada di dalam air juga jadi alasan untuk rutin dibersihkan.

“Ini jenis ular yang semi akuatik. Jadi rentan kena lumut dan jamur di sisiknya. Makanya selain rutin mengganti air dalam kontainer, kita juga menyikatnya supaya parasit di tubuhnya bisa hilang,” ungkap Hanafi disela memandikan ular di halaman belakang kantor BPBD Kota Banjarmasin, Kamis (15/07) siang.

Selain ular karung, di hari itu Hanafi juga memandikan ular kobra yang baru beberapa hari yang lalu direscue nya lantaran masuk ke dalam rumah warga.

Namun, untuk ular dengan nama latin Naja Sumatrana ini tidak sampai disikat seperti yang dilakukan pada ular karung.

Berita Lainnya
1 dari 3.211

Ia menjelaskan, perbedaan dalam perawatan itu dikarenakan tingginya risiko terkena gigitan dari ular berbisa tersebut. Kecuali memang terlihat adanya jamur atau parasit di tubuh ular kobra.

“Kalau kobra ini paling kita guyur pakai air, sesekali saja disikat untuk membersihkan kotoran yang menempel di sisiknya,” tambah Hanafi.

Selain untuk membersihkan tubuh, rupanya proses memandikan ular ini juga bertujuan untuk menjinakkan ular hasil rescue Tim Animal Rescue Banjarmasin dari sifat liarnya.

“Biasanya ular yang baru ditangkap itu liar karena stress. Dengan dimandikan, sifat ular yang liar itu perlahan hilang dan bisa tenang,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menekankan proses memandikan reptil melata ini tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan tanpa keahlian khusus. Terutama untuk ular yang berbisa.

Benar saja, saat Hanafi mengguyurnya dengan selang air, ular kobra tersebut memberikan perlawanan. Kepala kobra yang dimandikan Hanafi pun langsung memipih, tanda bahwa dirinya merasa terancam.

Desisan ular pun acap kali terdengar mengerikan. Bahkan tak jarang kaki Hanafi disambar oleh kobra yang berukuran satu meter lebih tersebut.

Namun dengan peralatan safety yang lengkap seperti kacamata, sepatu boot dan tongkat besi, serta keahlian khusus, sifat liar ular tersebut bisa dijinakkan

Disamping itu, Hanafi berpesan jika ada ditemukan ular, baik itu dalam pemukiman atau pekarangan rumah. Agar tidak dibunuh.

“Lebih baik hubungi kami, Tim Animal Rescue. Ukar akan kita amankan dan kita lepas liarkan kembali ke habitat asli,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya