Sejarawan Soroti Banyaknya Kerusakan Museum Sultan Suriansyah

Keprihatinan yang diutarakan itu diperparah dengan banyaknya artefak atau peninggalan yang dibawa pulang pengurus untuk diamankan lantaran takut hilang atau rusak akibat kumuhnya kondisi museum

BANJARMASIN, KP – Museum di Komplek Cagar Budaya Makam Sultan Suriansyah, Jalan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, terlihat cukup memprihatinkan.

Pasalnya, dari pantauan Kalimantan Post, terlihat banyak lubang di bagian atap bangunan yang lokasinya masih satu kompleks dengan Makam Raja Banjar tersebut. Kondisi itu seakan membuat bangunan tersebut tidak layak disebut dengan museum.

Keadaan itu membuat salah satu anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Banjarmasin angkat bicara. Yakni Mursalin.

Sejarawan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin itu mengaku sangat prihatin dengan rusaknya tempat penyimpanan peninggalan kerajaan Banjar tersebut.

“Sebagai bagian dari Tim Ahli Cagar Budaya, tentu kami terus berupaya agar masalah ini bisa menemukan titik terang dan bisa dilakukan perbaikan,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui pesan singkat, Rabu (1/7) petang.

Keprihatinan yang ia utarakan itu diperparah dengan banyaknya artefak atau peninggalan yang dibawa pulang oleh pengurus untuk diamankan lantaran takut hilang atau rusak akibat kumuhnya kondisi museum.

Menurut yang akrab disapa Arlong itu, tidak terurusnya bangunan museum tersebut merupakan salah satu imbas dari polemik yang terjadi atas kepengurusan makam.

“Ini sangat disayangkan, padahal banyak orang yang hendak melihat artefak peninggalan namun malah dibawa. apalah daya, permasalahan yang terjadi di kompleks makam itu masih alot,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.215

“Padahal makam tsb berpotensi menjadi struktur cagar budaya tingkat nasional, mengingat ketokohan Sultan Suriansyah sebagai pendiri kesultanan banjar,” tukasnya.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi bisa segera melakukan pergerakan untuk bisa memperbaiki segala kerusakan. Karena, berdasarkan informasi yang ia dapat, tahun depan Tim Ahli Cagar Budaya tingkat provinsi akan dibentuk.

“Kami berharap dengan hadirnya TACB provinsi mampu memberikan titik terang masalah ini. Karena makam sultan suriansyah ini penting ini tonggak pertama Kesultanan Banjar,” tandasnya.

Sebelumnya, kondisi rusaknya membuat Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina angkat bicara. Ia berharap dilakukan perbaikan kerusakan yang terjadi.

“Karena museum itu pelengkap bahkan simbol peradaban sebuah kota. Makanya museum harus dibenahi,” ucapnya usai memantau langsung kondisi museum, Rabu, (30/06) yang lalu.

Ia tak menampik bahwa kondisi fisik museum tersebut sangatlah tidak layak. Bahkan benda peninggalan yang biasanya dipajang pun dialihkan penyimpanannya oleh pengurus museum.

“Peninggalan-peninggalan memang sudah dirapikan dan disimpan oleh pengurus, karena tidak bisa dipajang di sana. Takutnya hilang, rusak dan sebagainya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Ibnu pun berharap agar perbaikan pun segera ditangani pemko Banjarmasin.

“Karena Makam Sultan Suriansyah ini termasuk situs cagar budaya Kalsel, jadi kita harap pemko dan pemprov sama-sama menangani terkait museum ini,” harap Ibnu. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya