FKPT Gelar Literasi Digital Cegah Radikalisme dan Terorisme

Banjarmasin, KP – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan menggelar literasi digital sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat yang dikhawtairkan berkembang secara cepat melalui media sosial.

Kegiatan yang digelar secara virtual yang sebagian kegiatan dipusatkan, di Gedung Veteran Banjarmasin, Kamis (08/2021) diikuti sekitar seratus peserta dari berbagai unsur, aparat pemerintahan, Lurah, Tokoh Pemuda, Pers Mahasiswa, Saring sebelum Sharing ini memberikan pemahaman mengenai banyaknya berita maupun informasi hoak. Dari hal yang hoak hoak itulah diharapkan pengguna digital dapat menyaringnya sebelum sharing.

Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi mengatakan bahwa dengan perkembangan tehnologi sekarang ini, dunia digital sangat dekat dengan masyarakat. Karena itulah melalui Literasi ini diharapan mengajak warga untuk tertib saat memposting dan menggunakan media dengan bijak.

Sayangnya, informasi yang masuk kurang terkontrol dan tersaring. Untuk itu para pengguna media perlu diberikan pembekalan dan bisa menyaring untuk menyeleksinya. Oleh karena itulah dipandang perlunya ada kegiatan literasi digital sebagai upaya mencegah radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.

Berita Lainnya

BIN Sasar Vaksin ke MAN

APBD 2022 Fokus Percepatan Penanganan Covid-19

1 dari 3.576

Wakil Ketua Bidang Media Massa, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Kalsel Zainal Helmi mengatakan kegiatan letirasi digital salah satunya menghadirikan nara sumber bang Faturahman yang mengetahui banyak dan pengalaman di bidang media. Karena peran media yang sering menjadi tolak ukur masyarakat dalam bersikap dan merespon isu.

Helmi dengan tegas mengatakan pembeda antara media dan media sosial. Bahkan, dengan menjamurnya pesanya media pribdai mulai FB, Tik Tok, Yuotube, IG, Blog, hingga masing-masing Medsos, bisa dengan mudah menyampaikan pesan sehingga hal ini menjadi tantangan bagi media mentren.

Sementara Alisyah juga menyoroti pentingnya bermedia sosial yang sehat dan bijak. Sebab, jika media sosial tidak dimanfaatkan secara sehat dan bijak bisa jadi menjadi sarana perbuatan yang tidak baik.

“Kegiatan literasi ini diupayakan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bahaya radikalisme, dan mengajak awak media untuk mencegah radikalisme yang memnag sekarang ini dalam disampaikan melalui media,” katanya.

“Kita harapkan dengan literasi digital ini kita semua dapat memfilter informasi dan berita yang hoak sebelum kemudian mensharingnya,” katanya. (nar/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya