Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pemko dan PT AM Gelar Salat Istisqa di Tengah Krisis Air Baku, Sekda Banjarmasin Sebut Kita Hamba yang Lemah

×

Pemko dan PT AM Gelar Salat Istisqa di Tengah Krisis Air Baku, Sekda Banjarmasin Sebut Kita Hamba yang Lemah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260827 WA0019

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Di tengah kemarau yang tak kunjung berakhir, halaman kantor PT Air Minum Bandarmasih, Kamis (27/8/2026) pagi, menjadi tempat warga dan jajaran pemerintah menundukkan kepala.

Bukan sekadar rutinitas, salat istisqa digelar sebagai ikhtiar bersama memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun. Sebab, persoalan yang dihadapi Banjarmasin kini bukan hanya tanah yang mengering, tetapi juga air baku yang semakin sulit didapat.

Kalimantan Post

Pemerintah Kota Banjarmasin bersama jajaran PT Air Minum Bandarmasih mengikuti salat istisqa tersebut dengan harapan hujan membawa kembali kehidupan bagi sumber-sumber air yang mulai tertekan akibat kemarau panjang.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, S.STP., M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR., mengatakan manusia pada akhirnya memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi alam.

“Kita ini hamba yang lemah. Oleh karena itu, kita melaksanakan salat istisqa bersama dengan harapan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan hujan yang bermanfaat untuk kita semuanya,” katanya.

Ichrom mengatakan, minimnya hujan kini mulai terasa langsung terhadap pelayanan air bersih. Berkurangnya ketersediaan air baku membuat produksi PT Air Minum Bandarmasih ikut terdampak.

IMG 20260827 WA0022

“Ini mengurangi pelayanan, mengurangi produksi kita untuk air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap hujan segera turun sehingga sumber air baku kembali membaik dan PT Air Minum Bandarmasih dapat mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Karena sudah cukup lama kita kekurangan air untuk bahan baku di PTAM. Mudah-mudahan dengan salat istisqa ini Allah segera menurunkan hujan yang bermanfaat untuk kita dan PTAM bisa kembali memberikan suplai air yang luar biasa untuk masyarakat Kota Banjarmasin,” harapnya.

Sungai Bilu Tak Lagi Bisa Diandalkan

Baca Juga :  Ubah Sisa Makanan Jadi Pakan Ternak Berprotein, Program MAGGOGREEN Latih Siswa SDN 1 Syamsudin Noor Olah Sampah Organik

Di balik doa yang dipanjatkan, kondisi air baku Banjarmasin memang sedang tidak baik-baik saja.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih Zulbadi mengungkapkan, salah satu sumber air yang paling terdampak adalah Intake Sungai Bilu. Intake dengan kapasitas sekitar 600 liter per detik itu kini tidak bisa dimanfaatkan secara normal.

Masalahnya bukan semata-mata debit air, tetapi kadar garam yang terus meningkat akibat intrusi air laut.

Zulbadi menyebut, penggunaan Intake Sungai Bilu yang sebelumnya masih dapat dilakukan selama beberapa jam, kini harus dihentikan selama 24 jam.

“Untuk Intake Sungai Bilu itu sudah 24 jam tidak bisa kita gunakan karena kadar garamnya tinggi, di atas 300 PPM. Sebelumnya kita sempat 8 jam, 12 jam, 13 jam, 17 jam, dan sekarang sudah 24 jam,” jelasnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, kadar garam di intake tersebut bahkan telah menembus lebih dari 5.000 PPM.

“Intake Sungai Bilu yang kapasitasnya 600 liter per detik itu tidak bisa kita produksi karena kadar garamnya sudah sangat tinggi di atas 5.000-an,” pungkas Zulbadi.

Kondisi itu menjadi gambaran betapa beratnya tekanan terhadap air baku Banjarmasin. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih terus berjalan. Di sisi lain, sumber air yang selama ini menjadi andalan justru semakin sulit diolah.

Karena itu, di tengah berbagai upaya teknis untuk mempertahankan pelayanan, pemerintah dan PT Air Minum Bandarmasih memilih menambah satu ikhtiar lain: menengadahkan tangan.

Salat istisqa menjadi pengingat bahwa ketika kemampuan manusia mulai terbatas, doa menjadi tempat bersandar.

Dan pagi itu, dari halaman kantor PT Air Minum Bandarmasih, harapan sederhana dipanjatkan: semoga langit segera menurunkan hujan, air kembali berlimpah, dan masyarakat Banjarmasin tidak lagi dihantui kekhawatiran akan krisis air baku.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan