BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKN-T LH) Universitas Lambung Mangkurat Kelompok 3 Kelurahan Syamsudin Noor kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi melalui Program Kerja MAGGOGREEN yang kali ini diselenggarakan di SD Negeri 1 Syamsudin Noor.
Masalah sampah organik dari sisa-sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang cepat membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap menjadi perhatian tersendiri bagi kelompok mahasiswa KKN. Sebagai bentuk Solusi nyata ramah lingkungan, Tim KKN Tematik Lingkungan Hidup (KKN-T LH) Kelompok 3 menyelenggarakan program kerja bertajuk “MAGGOGREEN” pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di SDN 1 Syamsudin Noor, Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Kegiatan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah ini dihadiri sebanyak 38 siswa dan siswi SDN 1 Syamsudin Noor. Program MAGGOGREEN ini bertujuan untuk melatih keterampilan serta menambah wawasan para siswa dan siswi sejak dini mengenai pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai sarana pengolahan sampah organic yang efektif dan bernilai ekonomis.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, acara dibuka oleh Muhammad Daniel Musthofa selaku Ketua tim KKN-T LH Kelompok 3.
Sementara materi sosialisasi ini disampaikan oleh Silfa Kamilah dan Argya Heilyn Siregar mengenai pembudidayaan maggot BSF yang menawarkan metode penguraian sampah yang cepat sekaligus ramah lingkungan. Maggot BSF juga mampu mengonsumsi sampah organik dalam jumlah besar dan hasil pangkasannya dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak berprotein tinggi.
“Tidak hanya berupa pemaparan materi, kegiatan ini juga disertai demonstrasi langsung mengenai tata cara pemberian pakan maggot dengan memanfaatkan sisa-sisa makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sehingga para siswa dan siswi sangat berantusias dalam memahami tata cara pemberian pakan dan pemeliharaan maggot secara tepat,” kata Ketua tim KKN-T LH Kelompok 3, Daniel Musthofa.
Ditambahkannya, melalui program MAGGOGREEN ini, siswa dan siswi teredukasi mengenai pengolahan sampah organik tidak hanya sebatas pembuatan pupuk kompos seperti pada umumnya, melainkan dapat diubah menjadi pakan ternak bernilai ekonomis tinggi melalui budidaya maggot.
“Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat tidak hanya dalam meningkatkan kesadaran siswa dan siswi SDN 1 Syamsudin Noor akan pentingnya pengolahan sampah organik, tetapi juga membekali mereka dengan menumbuhkan semangat belajar dan motivasi dalam keterampilan praktis budidaya maggot yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkas Daniel. (ful/KPO-3)















