Tak Terima Ditegur, Dua pemuda “Main” Mandau Berujung Penjara

teguran membuat kesal pelaku dan langsung mendatangi korban dengan Mandau

BANJARMASIN, KP – Tersinggung lantaran ditegur korban untuk berhenti menggelar pesta minuman keras, dua pemuda ini bukannya berterima masih malah “main” mandau.

Sontak saja, senjata tajam jenis khas suku Dayak itu, melukai korban Indransyah (40) di bagian tubuh.

Atas ulah dua pemuda tersebut, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Banjarmasin Timur.

Menindak lanjuti laporan tersebut, petugas Polsekta Banjarmasin Timur

di bawah Kanit Reskrim, Iptu H Timur Yono berhasil meringkus dua pemuda atas dugaan pengeroyokan, Senin (3/1).

Adapun kedua pemuda diketahui berinisial TYSS (18) warga dan M (22) yang merupakan warga Kecamatan Sungai Tabuk. Keduanya ditangkap saat berada di rumahnya masing-masing.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Pujie Firmansyah mengatakan, pihaknya langsung menindak lanjuti laporan masyarakat yang mengaku menjadi korban penganiayaan hingga mengalami sejumlah luka akibat dikeroyok.

Berita Lainnya
1 dari 1.488

“Usai menganiaya korban, keduanya langsung melarikan diri hingga akhirnya berhasil kita amankan dari rumahnya masing-masing beserta senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban,” tutur Pujie kepada awak media.

Dikatakan Kapolsek, korban Indransyah, warga Jalan Pramuka Banjarmasin Timur ini awalnya merasa terganggu dengan adanya sekumpulan muda-mudi yang menggelar pesta miras tak jauh dari rumahnya, Minggu (1/7) pukul 01.00 WITA.

Pesta miras yang digelar ini sebagai bentuk “syukuran” karena salah satu pelaku merayakan hari kelahiran.

“Korban pun lantas mendatangi muda-mudi tersebut dan menegurnya agar membubarkan diri karena sudah larut malam,” ujarnya.

Rupanya teguran tersebut membuat kesal pelaku dan langsung mendatangi korban dengan masing-masing menghunus sebilah Mandau.

Kedua pelaku menyerang korban dari depan dan belakang secara bersamaan. Pelaku TYSS menyerang dari belakang dan mengenai punggung korban, sedangkan pelaku M menyerang korban dari depan hingga mengenai bagian bawah ketiak.

Korban yang melakukan perlawanan sempat memegang salah satu senjata tajam milik pelaku hingga menyebabkan telapak tangannya terluka.

“Atas ulahnya itu, kedua tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan,” kata Pujie. (yul/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya