Banjir di Tanbu dapat Perhatian Serius Bupati

Batulicin, KP – Banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dalam minggu terakhir ini, membuat sang Bupati setempat Zairullah Azhar, jarang berada di kantor.

Pasalnya bupati terus turun ke lapangan melihat dari dekat penderitaan warga yang terlanda banjir.

Langkah bupati yang mendatangi warganya yang tertimpa musibah mendapatkan apresiasi dari Ketua DPRD Tanbu Supiansyah seperti yang dilansir Aktual.

Banjir yang melanda tersebut terjadi di Kecamatan Kusan Hulu, Kusan Tengah, dan Satui, akibat curah hujan yang cukup tinggi.

“Bupati Zairullah ini luar biasa, setiap hari memantau masyarakat yang terdampak Banjir,” ungkap Supiansyah, di Banjarmasin.

Meski saat ini pandemi Covid-19 masih melanda Kabupaten Tanbu dan luar biasa, namun Zairullah selalu turun ke lapangan dan ingin dekat dengan masyarakat.

Padahal setahu H Upi, panggilan dekat Supiansyah – Zairullah saat ini masih kurang sehat. Tapi demi masyarakat tetap nekad turun ke lapangan.

Bahkan, H Upi sendiri pernah ikut kunjungan desa-desa yang terdampak Banjir. Betapa sulit kadang-kadang medan yang dilalui. “Bahkan mobil Dinas beliau pernah terperosok dalam kubangan lumpur,” cerita H Upi.

Berita Lainnya

Pembagian Nasi Bungkus Polsekta Banjarmasin Barat

Duda Ditemukan Tewas Membengkak

1 dari 1.497

Dengan demikian, lanjut dia, untuk kemaslahatan masyarakat apapun yang dilakukan bupati Zairullah dirinya mendukung, seperti rencana melakukan relokasi.

Rencananya bupati memindahkan atau membantu mengangkat rumah warga yang terdampak Banjir pada 2022 mendatang dinilai sudah tepat.

Selain mengangkat rumah, pemerintah setempat melalui Dinas Perkimtan Tanah Bumbu mau melakukan relokasi.

“Yang jadi masalah, apakah mereka semuanya mau direlokasi ke tempat yang baru?,” ungkapnya.

Untuk mengantipasi banjir kedepannya, ia berharap Bendungan Kusan Hulu bisa direalisasikan.

Selain itu, pihaknya akan mengajukan permintaan kembali ke Pemprov Kalimantan Selatan untuk melakukan penyiringan sungai Kusan Hulu.

Dulu pernah diusulkan ke Pemprov, namun sampai saat ini belum turun anggaran untuk itu. Dan itu sudah berkali-kali.

“Saya mengharapkan penyiringan sungai Kusan, Satui dan sungai lainnya kembali dianggarkan Provinsi. Karena itu kewenangan Provinsi,” katanya. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya