Banjarmasin Resmi Berstatus Siaga Darurat Banjir

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin resmi menaikkan status kebencanaan. Dari yang semula Siaga menjadi Siaga Darurat untuk bencana banjir.

Naiknya status kebencanaan itu merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) sebagai antisipasi kebencanaan, yang digelar pada Kamis (19/11) sore kemarin

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membeberkan, keputusan tersebut merupakan kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Mulai dari prediksi hujan hingga ketinggian air. Berdasarkan paparan tersebut diketahui, bahwa memang potensi ancaman banjir itu sudah ada.

“Prediksi curah hujan tinggi sampai Maret. Kemudian, di hulu sungai sudah terjadi banjir. Hal itu sudah memenuhi persyaratan untuk meningkatkan status Kota Banjarmasin. Dari siaga, menjadi siaga darurat,” ungkapnya saat ditemui awak media usai menjalani rapat koordinasi tersebut.

Alhasil, ia meminta agar seluruh elemen masyarakat di Kota Seribu Sungai ini untuk segera bersiap dalam menghadapi ancaman banjir.

“Artinya, semua diminta bersiaga mengantisipasi terjadinya bencana,” tekannya.

Terkait dengan meningkatnya status kebencanaan, Ibnu meyakinkan bahwa semua sumber daya pun nantinya akan dikerahkan. Kemudian, pihaknya juga bakal menggelar apel siaga bencana.

Disinggung seperti apa persiapan hingga pengerahan sumberdaya yang dimaksud, Ibnu menerangkan bahwa semua bakal digerakkan.

Ia meminta, tingkat kelurahan bahkan kecamatan nantinya juga akan diimbau untuk mengaktifkan posko bencana.

“Mengaktifkan posko-posko dan melaporkan secara rutin. Misalnya, berapa ketinggian air dan potensi bencana lainnya. Misalnya, adanya angin puting beliung dan lain-lain,” jelasnya.

Berita Lainnya

Perkuliahan Uniska Dimulai Awal Maret

1 dari 4.173

Status kebencanaan ini pun dijelaskan Ibnu belum ditentukan dengan batas waktu. Artinya, akan selalu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kalau ternyata kondisi di lapangan membuat kita kembali meningkatkan status kebencanaan, maka tidak menutup kemungkinan bisa saja sampai ke tanggap darurat. Tapi mudah-mudahan itu tidak,” harapnya.

Seperti diketahui, di awal tahun tadi banjir melanda Kota Banjarmasin. Parahnya, banjir bahkan dirasakan hampir selama sebulan. Seperti di kawasan permukiman, di Kecamatan Banjarmasin Timur.

Sejumlah tempat pengungsian pun dibangun. Salah satu tempat pengungsian yang dipadati warga, yakni di kawasan Terminal Induk Tipe B Kilometer Enam.

Sebelumnya, awak media juga mengkonfirmasi kesiapsiagaan terkait bencana banjir, ke Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Pasalnya, dinas yang satu ini juga tak kalah berperan penting. Khususnya, terkait penyaluran bantuan.

Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, menjelaskan bahwa pihaknya siap mendirikan sejumlah dapur umum dan tempat pengungsian, bila ada warga yang terdampak.

“Tinggal menunggu arahan dari BPBD, bagaimana situasinya. Kalau diprediksi bakal seperti kejadian banjir awal tahun tadi, kami akan menyiapkannya,” ucapnya.

“Dan tentu, lokasi dapur umum itu juga berada di tempat pengungsian,” tambahnya.

Disinggung terkait pendanaan, jika berkaca pada peristiwa banjir awal tahun tadi, Iwan membeberkan, biaya yang digelontorkan untuk keperluan dapur umum sekitar Rp300 juta untuk lima kecamatan.

“Tapi nanti dilihat lagi, berapa banyaknya korban yang terdampak dan luasan banjirnya. Untuk anggaran sudah kami siapkan. Tinggal apakah sama awal tahun tadi dampaknya atau sudah berkurang karena adanya normalisasi sungai dari PUPR,” tuntasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya