Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Kinerja Jasa Keuangan Kalsel Tetap Stabil, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Positif

×

Kinerja Jasa Keuangan Kalsel Tetap Stabil, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Positif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260521 230545
STABIL - Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo (tengah) menyampaikan kinerja jasa keuangan di Kalsel yang tetap stabil dalam kegiatan Media Update bersama wartawan, Kamis (21/5/2026). (KP/repro)

BANJARMASIN, kalimantanpost.com.– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menilai kinerja sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan hingga Maret 2026 tetap stabil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang terus menguat.

Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, menyampaikan, meski ketidakpastian geopolitik global masih memengaruhi distribusi energi dan rantai pasok dunia, ekonomi Kalsel pada triwulan I 2026 tetap tumbuh solid sebesar 5,67 persen (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,46 persen dan sedikit di atas pertumbuhan nasional 5,61 persen.

Kalimantan Post

“Pertumbuhan ekonomi Kalsel ditopang konsumsi rumah tangga dan surplus ekspor-impor yang semakin melebar. Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, dan Tanah Bumbu menjadi daerah dengan kontribusi PDRB tertinggi sekaligus mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata provinsi,” ungkap Agus Maiyo, saat Media Update bersama Forum Wartawan Ekonomi di Banjarmasin, Kamis (21/5/2026).

Sektor pertambangan masih mendominasi struktur ekonomi Kalsel dengan kontribusi 27,12 persen, disusul industri pengolahan sebesar 12,31 persen. Sementara pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,12 persen serta jasa lainnya sebesar 8,71 persen.

Agus Maiyo juga menjelaskan, di sektor perbankan, penyaluran kredit tumbuh 5,89 persen menjadi Rp83,14 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di angka 2,57 persen. Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 27,75 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 6,03 persen.

“Adapun kredit modal kerja masih mengalami kontraksi 9,46 persen. Penyaluran kredit UMKM mencapai 27,14 persen dari total kredit, dengan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima pembiayaan terbesar,” bebernya.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4,06 persen, ditopang peningkatan giro dan tabungan, meskipun deposito mengalami kontraksi. Pangsa DPK terbesar berada di Kota Banjarmasin sebesar Rp61,31 triliun atau sekitar 62,28 persen dari total DPK Kalsel. Sementara itu, kinerja perbankan syariah mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan kredit 12,86 persen menjadi Rp9,86 triliun dan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap rendah di angka 1,92 persen.

Baca Juga :  Polda Kalsel Panen Serentak 100 Ton Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Di sektor pasar modal, jumlah investor saham terus meningkat hingga mencapai 126.451 investor atau tumbuh 51,47 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi saham sebesar Rp2,01 triliun. Sedangkan sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga mencatat pertumbuhan positif. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan naik 52,94 persen menjadi Rp17,99 triliun, dengan sektor pertambangan menjadi penerima pembiayaan terbesar. Outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) juga meningkat 31,71 persen menjadi Rp1,112 triliun dengan tingkat risiko kredit tetap terjaga.

Selain itu, lanjut Agus Maiyo, OJK Kalsel telah melaksanakan 28 kegiatan edukasi keuangan hingga 18 Mei 2026 yang diikuti 2.819 peserta, terutama terkait kewaspadaan terhadap jasa keuangan ilegal dan kejahatan digital.

“Dalam periode yang sama, OJK menerima 2.492 pengaduan konsumen melalui APPK, dengan pengaduan terbanyak berasal dari layanan fintech peer-to-peer lending, bank umum, dan perusahaan pembiayaan. Permasalahan yang paling banyak diadukan terkait SLIK, perilaku penagihan, serta kasus penipuan dan kejahatan siber,” pungkasnya. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan