Hutan Mangrove di Kelumpang Selatan Menipis

Banjarmasin, KP – Hutan mangrove di daerah Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru menipis, padahal keberadaan hutan tersebut menjadi penahan abrasi air laut.

“Tanpa hutan mangrove, maka pesisir pantai akan semakin terkikis, bahkan berubah menjadi daratan,” kata anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi saat ekspose hasil reses di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kamis (11/11/2021), di Banjarmasin.

Bahkan saat menyusuri pesisir Selatan Pulau Kalimantan tersebut, sudah terlihat habisnya hutan mangrove, sehingga air laut sudah mencapai areal pertanian warga.

“Kalau dibiarkan, tentu daratan akan semakin habis tergenang air laut,” tambah politisi Partai Golkar.

Untuk itu, Yani Helmi mengharapkan perhatian semua untuk merehabilitasi hutan mangrove ini agar bisa menahan abrasi air laut sekaligus memberikan tempat tinggal bagi biota laut.

“Karena di Desa Tanjung Pangga, warga mengandalkan pendapatan dari menangkap kepiting bakau,” jelas Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi.

Berita Lainnya

Enam Pertashop Beroperasi di Tapin

1 dari 1.047

Misalnya, masing-masing dinas, baik di provinsi maupun kabupaten Kotabaru bisa mengalokasikan anggaran untuk penanaman bibit bakau, termasuk dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Kabupaten Kotabaru.

“Jika masing-masing bisa mengalokasikan 1.000 pohon, tentu akan banyak hutan mangrove yang bisa direhabilitasi,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Paman Yani mengakui, tidak ada anggota dewan yang mengunjungi Kecamatan Kelumpang Selatan ini dikarenakan akses jalan yang sangat sulit, karena terjal dan berbatu-batu.

“Belum lagi infrastruktur yang rusak, sehingga sulit mendatangi desa di kecamatan tersebut,” jelas Paman Yani.

Bahkan, kesempatan reses juga dimanfaatkan Paman Yani untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi, sehingga dari 1.000 dosis vaksin yang disiapkan, bahkan ditambah 500 dosis lagi dari Dinas Kesehatan setempat tidak mencukupi.

“Antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin cukup tinggi dengan mendatangi lokasi vaksinasi massal,” ujarnya. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya