Banjarmasin, KP – Pasca hujan deras yang terjadi pada Rabu, (8/12) dini hari kemarin, mengakibatkan beberapa kawasan di Kota Banjarmasin terendam banjir.
Dari pantauan di lapangan, salah satunya di sepanjang Jalan Cemara Raya, terpantau ketinggian air hampir setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 40 Cm.
Hal itu pun tentu membuat beberapa pengendara roda dua terganggu saat melintas. Bahkan ada yang kendaraannya mogok.
Lurah sungai Miai, Maya Tanjung Putri saat meninjau langsung menerangkan, kenaikan air rob terjadi saat hujan deras terjadi tadi malam.
“Tadi malam puncaknya jam 1 malam. Dan yang paling parah terjadi di Jalan Agatis, Cendana, Cemara dan Sungai Miai Dalam,” ungkapnya, Rabu, (8/12).
Ia menjelaskan, akibat banjir rob itu pun, setidaknya warga yang bermukim di bantaran sungai sekitar kawasan Sungai Miai, terkena dampak banjir air pasang sungai itu.
“Warga terdampak banjir air pasang ini rumah di bantaran sungai, seluruhnya kena,” ujarnya.
“Kita terus data dan kita laporkan ke BPBD dan Dinsos. Namun Alhamdulillah kondisi warga kita disini masih kondusif,” sambungnya lagi.
Tidak hanya air rob yang naik, pasca kejadian hujan deras tadi malam, ujarnya turut membuat pohon tumbang. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
“Itu malam tadi ada pohon tumbang di Sungai Miai dalam, dan Alhamdulillah relawan terdiri dari BPK dan Karang Taruna cepat mengevakuasi pohon tersebut,” pungkasnya.
Disamping itu, banjir rob kali ini otomatis juga berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Namun banjir awal tahun 2021 kemarin rupanya menjadi pembelajaran bagi Fitria (39), salah seorang ibu rumah tangga di Jalan Agatis 3 RT. 41, RW. 01 Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Pasalnya, sejak Rabu (8/12) tadi malam, saat hujan deras mengguyur Banjarmasin, air sungai yang naik langsung menggenangi rumahnya
“Ini sampai mata kaki kalau dirumah. Tapi kalau diluar itu selutut,” ungkap ibu berusia 39 tahun itu saat disambangi kerumahnya, Rabu (8/12) pagi.
Berkaca pada banjir awal tahun lalu, Ia pun bersama keluarganya berinisiatif membuat tempat dudukan untuk meninggikan barang berharga di rumahnya, agar tidak terkena air pasang.
“Sudah buatkan tempat untuk peninggi barang. Biar tempat tidur lebih tinggi,” ujarnya.
“Karena kan awal tahun tadi kan naik sampai lutut. Jadi kita sudah belajar dari dulu makanya biar aman barang-barang kita,” tuntasnya. (Zak/K-3)















