Warga Pesisir Dilibatkan Kelola Rehabilitasi Mangrove

Berita Lainnya

Waspadai Wabah PMK

1 dari 712
loading...

Batulicin, KP – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengingatkan pemerintah untuk tetap melibatkan warga di wilayah pesisir dalam program rehabilitasi mangrove.
“Jadi masyarakat harus dilibatkan dalam pengelolaan rehabilitasi mangrove,” kata Yani Helmi pada kegiatan percepatan rehabilitasi mangrove di Balai Desa Segumbang, Batulicin, kemarin.
Menurut Yani Helmi, masyarakat itu sebenarnya sangat memahami dengan penyampaian yang telah diberikan, dan diharapkan rehabilitasi ini berhasil memulihkan hutan mangrove.
“Jadi dilibatkan mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga pengawasan terhadap mangrove tersebut,” ujar politisi Partai Golkar.
Diakui, program rehabilitasi mangrove ini perlu dipersiapkan semaksimal mungkin, terutama kepada masyarakat agar bisa memelihara tanaman mangrove tersebut.
“Tidak mungkin menginstruksikan hanya dengan ucapan saja kan harus ada bukti kerja nyata dengan gerakan,” tambah Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi.
Tetapi, dia menyarankan pemerintah harus serius membuat konsep pengelolaan rehabilitasi ekosistem ini secara baik dengan tetap bersinergi agar program yang dicanangkan mampu terealisasi optimal.
“Tolong dipikirkan serta dikonsep benar-benar melalui anggaran dari BKSDA selain itu BPDASHL, BRGM yang kaitannya dengan Dishut, Dislautkan Kalsel hingga DLH dibicarakan baik-baik dan yang tidak hadir disampaikan juga ke masing-masing pimpinan diinstansinya,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Bahkan, dirinya menyatakan siap membantu apabila sejumlah tim merasa kesulitan dalam menganggarkan program realisasi peningkatan rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir di Kalsel.
“Baik itu insentifnya, tetapi dari Kementerian juga tetap bisa bahu membahu. Bisa menggunakan dana desa atau diskusikan dengan Sekdaprov agar program itu tidak terkesan sia-sia,” tutur Paman Yani.
Soal dipertaruhkannya kerugian, ia memaparkan, ada dua kemungkinan dampak negatif yang bakal didapatkan warga yang tinggal di sebagian wilayah pesisir yang mayoritas pekerjaannya juga masih terlihat sebagai petani, budidaya ikan dan nelayan.
“Saya tidak ingin seperti daerah Kurau di Kabupaten Tanah Laut yang sudah terkena dampak airnya, mengingat hal serupa juga mungkin dialami Kusan Hilir dan Batulicin,” tegasnya.
Ia menyebutkan, ada sekitar tiga desa di Tanah Laut tenggelam akibat hutan mangrove tidak terawat secara optimal, bahkan sangat fatal apabila menjadi pembiaran, mengingat akan menghilangkan daerah pesisir dan merugikan sektor pertanian.
“Kita tidak mau ini terjadi, sehingga duduk bersama untuk menyamakan persepsi agar masyarakat di Tanbu bisa memahami ini dan menangkap secara baik atas program tersebut,” jelas Paman Yani. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya