Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

Pengembangan Teknologi pada Masyarakat Desa

×

Pengembangan Teknologi pada Masyarakat Desa

Sebarkan artikel ini

Oleh: Indah Wulandari
Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi U

Terkadang teknologi yang berkembang pesat menjadikan teknologi itu sendiri sebagai bagian penting dalam memajukan negara. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sangat membutuhkan perkembangan teknologi khususnya internet. Teknologi ini diharapkan dapat membuat Indonesia mampu bersaing dengan negara berkembang lainnya. Di sisi lain, perkembangan tersebut tidak selalu sesuai dengan keinginan dan cita-cita negara.

Desa-desa terpencil adalah salah satu perhatian utama negara-negara yang menjalankan program teknologi jaringan Internet. Internet desa merupakan salah satu program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Program ini bertujuan untuk mendukung pemerintah desa dan masyarakat desa dalam mengembangkan wilayahnya di bidang teknologi, pendidikan dan pertanian. Kami menyadari pentingnya menggunakan jaringan internet Anda secara cerdas dan hati-hati karena kesalahan saat menggunakannya. Melaksanakan program pemerintah untuk desa-desa terpencil dengan baik. Penyalahgunaan jaringan internet menyebabkan resesi bertahap dalam perkembangan negara itu sendiri dan bahkan jarang membuat negara tersebut demoralisasi.

Terkadang teknologi yang berkembang pesat menjadikan teknologi itu sendiri sebagai bagian penting dalam memajukan negara. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sangat membutuhkan perkembangan teknologi khususnya internet. Teknologi ini diharapkan dapat membuat Indonesia mampu bersaing dengan negara berkembang lainnya. Di sisi lain, perkembangan tersebut tidak selalu sesuai dengan keinginan dan cita-cita negara. Desa-desa terpencil adalah salah satu perhatian utama negara-negara yang menjalankan program teknologi jaringan Internet. Internet desa merupakan salah satu program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Program ini bertujuan untuk mendukung pemerintah desa dan masyarakat desa dalam mengembangkan wilayahnya di bidang teknologi, pendidikan dan pertanian. Menyadari pentingnya menggunakan jaringan internet secara cerdas dan hati-hati karena kesalahan saat menggunakannya. Melaksanakan program pemerintah untuk desa-desa terpencil dengan baik. Penyalahgunaan jaringan internet menyebabkan resesi bertahap dalam perkembangan negara itu sendiri dan bahkan jarang membuat negara tersebut demoralisasi. Kemudian beliau menyebut ada 12.500 desa belum menikmati layanan telekomunikasi.

Baca Juga:  Peran Tenaga Medis, Komitmen Pemerintah dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Padahal sebelumnya eks Menkominfo Rudiantara mengklaim dengan selesainya Palapa Ring oleh BAKTI, seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan telekomunikasi. Termasuk broadband internet. Harapan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi, presiden harusnya menyiapkan infrastruktur dasar, seperti listrik. Sebab, kendala utama pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah terpencil adalah ketiadaan jaringan listrik. Saat ini seperti yang kita ketahui masih banyak masyarakat terpencil yang menggunakan diesel berbahan bakar solar untuk memenuhi kebutuhan listrik. Maka jika saja jaringan infrastuktur tersedia maka dapat di bangun jaringan telekomunikasi.

Karena daerah terpencil adalah daerah yang tidak menguntungkan, pemerintah perlu mencari satelit murah. Jika ada teknologi komunikasi lain yang lebih murah dari satelit, pemerintah bisa mempertimbangkannya. Jika memiliki skema sewa maka tidak perlu membayar uptime yang mengganggu setiap tahun, juga perlu mempertimbangkan hal ini. Jangan sampai lepas, karena satelit nantinya akan menjadi mahal dan membebani masyarakat setempat. Contohnya saja internet yang sulit dijangkau membuat para siswa sulit untuk menggunakan jaringan internet di pandemi ini saat sekolah online. Mereka harus menaiki perbukitan tinggi hanya untuk menjangkau internet agar bisa belajar dan sekolah online. Saat ini pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan di daerah tertinggal yang diinisiasi Direktorat Jendral Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menggandeng beberapa star up. “Inovasi ini dilakukan bermitra dengan berbagai pihak.

Program ini diharapkan bisa mempercepat program pemerintah yang terkait dengan kualitas pendidikan dan berkurangnya kematian ibu dan anak,” kata Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Priyono dalam keterangannya di Jakarta. Berbagai inovasi teknologi bidang pendidikan, telah dan akan diujicoba di sejumlah daerah tertinggal dengan fokus pada pembelajaran dengan menggandeng tiga startup mitra, yakni: HaloHola, Quipper dan Genius. Ketiga start up itu mengembangkan konten pembelajaran termasuk metode belajar. Misal, menyiapkan konten untuk peserta didik di daerah tertinggal agar nilai ujian lebih baik. Selain memberikan device yang memungkinkan untuk disampaikan dalam bentuk offline, melalui inovasi ini guru dimungkinkan bisa melayani beberapa kelas, sekaligus bisa memecahkan persoalan kurangnya jumlah guru dan minimnya fasilitas pendidikan di daerah tertinggal.

Baca Juga:  Menjadi Pemuda yang Dirindukan Umat

Daerah pelosok, perbatasan atau terpencil di Indonesia masih kesulitan

dalam hal akses Dari seluruh desa yang sudah tersentuh sinyal, masih terdapat lebih dari 4.000 desa yang tidak memperoleh sinyal yang memadai. Dampaknya, banyak siswa sekolah yang tidak maksimal dalam melakukan pembelajaran. Bahkan banyak yang putus sekolah karena kesulitan dalam melkukan pembelajaran secara daring. Pada tahun 2020 terdapat lebih dari 100 ribu siswa yang putus sekolah. Seperti yang diketahui, teknologi informasi dan komunikasi selama ini sangat bermanfaat. Namun, sangat penting juga untuk diperhatikan apakah teknologi ini sampai ke pelosok desa. Seiring berjalannya waktu, era teknologi akan semakin maju membuat kehidupan masyarakat semakin mudah dan efisien. Tidak hanya di perkotaan yang perkembangan teknologinya semakin maju, tetapi juga di pelosok mengalami teknologi yang dapat memperkenalkan budaya melalui sosial media.

Teknologi yang sudah berkembang dan menjadi mainan manusia baik di kota maupun didesa-desa mulai dari yang anak-anak, remaja bahkan usia lanjut usia mereka sangat menikmatinya oleh sebab itu apakah kita pernah berpikir untuk menghentikan perkembangan zaman tentunya tidak mungkinkan, namun akankah budaya yang sudah diwariskan akan musnah begitu saja tentu tidak.

Maka dari itu, harus berusaha menerima dan memanfaatkan apa yang ada namun jangan terlepas dari kenyataan yang sudah ada, sehingga tidak mudah untuk merubah atau menolak perkembangan teknologi yang begitu pesat di dunia ini. Teknologi bukan hanya sekedar alat namun merupakan bagian dari pikiran dan tindakan, kalau mampu mempergunakan teknologi itu sebaik-baiknya maka akan menjadi orang yang hebat dan mampu bersaing dan mampu mengendalikan teknologi itu.

Iklan
Iklan