Martapura, KP – Kabupaten Banjar segera kawinkan program Smart Kampung Manis dengan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dari Badan Pusat Statistik RI.
Hal ini mengemuka saat audiensi Pemkab Banjar ke Kantor BPS RI di Jakarta, Rabu (26/1). Audiensi ini sekaligus penyerahan aset berupa tanah dari Pemkab Banjar ke BPS RI.
Sekdakab HM Hilman didampingi Kadis Kominfostandi HM Aidil Basith, Kabid IKP M Hamdani serta Kepala BPS Banjar Yos Rusdiansyah, diterima Kepala BPS RI Margo Yuwono.
Program Desa Cantik merupakan inovasi BPS dengan tujuan mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di seluruh kementerian atau lembaga. Desa Cantik merupakan desa binaan statistik sektoral di desa yang akan menjadi fokus program BPS.
Sedang Smart Kampung Manis merupakan program yang baru diluncurkan Bupati H Saidi Mansyur dalam rangka peningkatan layanan di desa, dengan dukungan teknologi informatika.
”Kita berharap nantinya desa-desa yang menjadi binaan kedua program ini, semakin maju dan berkembang,” jelas Hilman.
Terkait penyerahan aset tanah untuk BPS, Sekda menjelaskan, sekarang obyek tersebut sudah dikeluarkan dari aset Pemkab Banjar dan sudah tercatat sebagai aset BPS RI.
Aidil Basith menambahkan, BPS RI juga siap membantu pengembangan SDM di Diskominfo Banjar, khususnya yang membidangi statistik. Dia pun ingin SDM di Diskominfostandi cakap dalam pengelolaan data statistik, menganalisa serta pemanfaatannya.
Kepala BPS RI Pusat Margo Yuwono mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini. Pihaknya berjanji untuk membantu Kabupaten Banjar dalam pengelolaan data statistik.
”Alhamdulillah, sekarang tanah tempat Kantor BPS Banjar sudah menjadi aset BPS sendiri. Jadi kami memungkinkan melakukan pembenahan dan perbaikan. Segera tindak lanjuti administrasinya, selesaikan cepat jangan ditunda-tunda,” ucapnya.
Kepala BPS Banjar Yos Rusdiansyah menjelaskan, saat ini tanah tersebut sudah didaftarkan ke BPN untuk proses sertifikasi. (Wan/K-3)















