Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kaji Strategi Penanganan Karhutla di Kalsel

×

Kaji Strategi Penanganan Karhutla di Kalsel

Sebarkan artikel ini

Pasis Sesko TNI AU Kumpulkan Data di Banjarmasin

1 15 klm tni nanda
Kolonel Pnb Mohammad Sugiyanto dan Hj Ananda

Banjarmasin, KP – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi perhatian Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Sesko TNI AU) Angkatan ke-65.

Melalui program Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN), para perwira siswa melakukan kajian strategis dan pengumpulan data terkait manajemen penanggulangan karhutla, salah satunya di Kota Banjarmasin.

Kalimantan Post

Kunjungan kerja tersebut berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis (3/9) dan diterima langsung Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, bersama jajaran Forkopimda serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Rombongan Pasis Sesko TNI AU dipimpin Paban I/Rendik Ditdik Seskoau TNI AU Kolonel Pnb Mohammad Sugiyanto selaku koordinator kegiatan penanggulangan karhutla.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda menyambut baik dipilihnya Banjarmasin sebagai salah satu lokus kajian strategis penanganan karhutla.

Menurutnya, persoalan karhutla merupakan tantangan serius yang membutuhkan penanganan secara terpadu dan melibatkan berbagai sektor.

“Kami menyambut hangat kedatangan Pasis Sesko TNI AU dalam upaya menganalisis permasalahan karhutla. Kita tahu bahwa karhutla menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan lintas sektor,” ujar Ananda.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi karhutla di daerah, termasuk dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan serta pola koordinasi antarlembaga dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya.

Ananda juga meminta seluruh SKPD terkait dapat memberikan data secara terbuka, objektif dan komprehensif agar kajian yang dilakukan para Pasis Sesko TNI AU dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat.

“Ulun mengimbau SKPD terkait agar dapat memberikan data secara transparan, objektif, dan komprehensif, sehingga hasil kajian para pasis tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga menjadi masukan strategis dalam penguatan kebijakan penanggulangan karhutla, khususnya di Kalimantan Selatan,” katanya.

Baca Juga :  Belum Rampung, Kolam Bermain Anak di Taman Satwa dan Edukasi Sudah Dibuka

Ia berharap kegiatan tersebut sekaligus dapat memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menghadapi berbagai persoalan kebencanaan.

“Mudah-mudahan seluruh data yang diperlukan dapat diperoleh dengan baik dan semakin memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Paban I/Rendik Ditdik Seskoau TNI AU Kolonel Pnb Mohammad Sugiyanto menegaskan pentingnya kolaborasi antara unsur militer, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi persoalan karhutla.

Menurut dia, kegiatan KKDN tersebut merupakan bagian dari upaya Sesko TNI AU dalam membentuk para perwira siswa agar memiliki kemampuan berpikir strategis dan mampu menganalisis persoalan nasional secara mendalam.

“Sebagai lembaga pendidikan tertinggi di TNI AU, kami membina para pasis untuk berpikir strategis dan mampu menganalisis berbagai permasalahan nasional secara lebih mendalam,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah dan Panglima TNI dalam memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan berbagai persoalan strategis di daerah, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Selain melakukan pertemuan dan diskusi dengan pemerintah daerah, tim Pasis Sesko TNI AU juga mendatangi sejumlah instansi teknis di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mengumpulkan data konkret di lapangan.

Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis secara mendalam dan disusun menjadi produk strategis berupa naskah kajian maupun jurnal.

“Ini menjadi salah satu program KKDN para pasis. Data yang kami kumpulkan nantinya akan dianalisis untuk disusun menjadi produk strategis berupa naskah kajian maupun jurnal yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pembuat kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat,” pungkas Sugiyanto. (*/nau/K-2)

Iklan
Iklan