Banjarmasin, KP – Kasus Video Viral yang diunggah oleh Edy Mulyadi di kanal YouTube pribadinya mengundang banyak kecaman keras dari warga Kalimantan.
Banyak pejabat dan warga Kalimantan secara umumnya merasa terksakiti oleh statmen tersebut. Bahkan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina juga angkat bicara terkait video viral berdurasi 23.41 menit itu.
Video tersebut dianggap menghina Kalimantan dengan mengatakan bahwa Kalimantan merupakan tempat jin buang anak, serta pasar untuk kuntilanak dan Genderuwo itu.
“Itu merupakan bahasa yang kontroversi, dan seharusnya kalimat itu tidak diucapkan untuk mengutarakan sebuah kritikan,” ungkap Ibnu, Senin (24/1) di lobi Balai Kota
Menurut orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini, apabila ingin melontarkan kritik atau penolakan tidak setuju terkait perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) harusnya bisa menggunakan bahasa yang lain.
“Sebaiknya yang bersangkutan bisa meminta maaf, kemudian tidak lagi mengulangi menggunakan kalimat itu,” tekannya.
Bukan tanpa alasan, sebagai warga yang lahir di tanah Kalimantan, ia merasakan sendiri bagaimana majunya kehidupan di bumi Kalimantan yang dihuni oleh tiga negara.
“Warga Kalimantan itu warga yang beradab, dan juga Kalimantan itu Pulau yang maju,” tegasnya.
“Apalagi di Kalimantan ini ada tiga negara, Indonesia, Brunei Darussalam fan Malaysia,” tambahnya lagi.
Sementara itu Ibnu juga mengatakan bahwa Kalimantan tidak hanya merupakan milik Negara Indonesia semata. Karena yang berada di pulau Kalimantan terdapat tiga negara yakni Indonesia, Bruney Darusalam dan juga Malaysia.
“Jadi sebetulnya terlalu naif kalau mengatakan pulau Kalimantan tempat Jin Buang Anak,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar Warga Banjarmasin tidak terprovokasi dengan video yang viral tersebut.
“Warga Banjarmasin merupakan warga yang terpelajar dan jangan terpancing dengan hal seperti itu,” pungkasnya. (Kin/KPO-1)















