Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Bupati Bartim Minta Realisasi PAD 2022 Harus Lebih Baik

×

Bupati Bartim Minta Realisasi PAD 2022 Harus Lebih Baik

Sebarkan artikel ini
15 Bartim Bupati Bartim Ampera AY Mebas 3
Bupati Bartim Ampera AY Mebas. (kp/ist)

Tamiang Layang, KP – Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah di wilayah setempat untuk dapat bekerjasama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Realisasi PAD tahun 2022 harus lebih baik lagi, karena PAD 2021 ada peningkatan,” kata Ampera AY Mebas di Tamiang Layang, Selasa ( 22/03/2022 )

Kalimantan Post

Menurutnya, untuk mencapai target PAD tahun 2022, semua kepala perangkat daerah beserta jajaran harus bekerja bersama-sama dan bekerja lebih keras lagi, baik secara internal dan lintas sektoral.

Kendala atau tantangan yang dihadapi, kata Ampera, perlu ada solusi yang capai dari rapat koordinasi antar perangkat daerah yang disertai sikap dan langkah kebijakan yang diambil.

Dia juga menyampaikan pentingya PAD bagi pembangunan daerah. PAD yang dipungut dikelola Pemkab Barito Timur untuk meningkatkan pembangunan yang bertujuan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Barito Timur, Herawani mengatakan realisasi PAD Kabupaten Barito Timur pada tahun 2021 melampui target yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp97.250.855.336,- dari target Rp85.346.887.329,- atau meningkatkan menjadi 113,94 persen.

Empat sektor sumber PAD Pemkab Barito Timur yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta sumber pendapatan PAD lain-lain yang sah.

Dari empat ada dua jenis sumber PAD yang meningkat yakni sektor pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 72.308.990.283,-. Selain itu, sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yakni sebesar Rp 11.493.207.046. Kedua sektor PAD itu menjadi penyumpang PAD tertinggi.

Sedangkan dua sumber PAD yakni pajak dan retribusi daerah belum mencapai target. Reaslisasi pajak daerah sekitar 69 persen atau Rp11.329.048.246,- dari target Rp16.335.000.000,-. Realisasi retribusi daerah berkisar hanya 20 persen atau hanya tercapai Rp2.119.609.930,- dari target Rp10.269.000.000,-.

Baca Juga :  Sempat Nyalakan Flare, Massa Aksi di DPR Bubarkan dengan Damai

Pajak dan retribusi daerah merupakan pendapatan yang sangat penting dalam menopang PAD. Sangat disayangkan jika tidak mencapai target.

“Utuk PAD 2022, kita akan berupaya meningkatkan realisasi PAD secara maksimal, ” Demikian Herawani. (vna/k-10)

Iklan
Iklan