Kotabaru, KP – Melalui siaran persnya, 25/3, Antonius Marcos selaku Direktur & Corporate Secretary Indocement PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP), Tbk mencatat dan membukukan penjualan domestik dari semen dan klinker mengalami kenaikan secara keseluruhan sebesar 18 juta ton pada tahun 2021, lebih tinggi 853 ribu ton dari volume pada tahun 2020, katanya.
Dijelaskan Pangsa pasar kami untuk tahun 2021 adalah kenaikan signifikan harga batubara membuat kenaikan biaya produksi yang tinggi bagi seluruh pemain semen.
peningkatan secara persentase lebih kecil dari peningkatan persentase dari volume penjualan +5,0 persen, karena turunnya harga jual rata-rata secara keseluruhan yang terutama disebabkan oleh penjualan ekspor.
Indocement tetap optimis untuk pertumbuhan lebih tinggi di tahun 2022, yang tentu menjadi dorongan penyemangat bagi industri semen. Tekanan dari Covid-19saat varian Delta mencapai puncaknya pada bulan Juli dan harga batubara yang tinggi, tentunya menjadi tantangan utama pada tahun 2021. Harga jual produk semen kantong dinaikkan sekitar 6–8 persen di sebagian besar area pasar kami yang kuat selama Kuartal 4 2021 sebagai akibat dari beban biaya yang terus meningkat, namun kenaikan belum sepadan dengan biaya energi yang semakin meningkat sejak awal tahun 2021,” tambahnya. (and/K-6)















