Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Waspada di Era Digital

×

Waspada di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Oleh: Mambang, M.Kom
Dosen Informatika dan Komputer

Awal tahun 2022 banyak sekali fenomena-fenomena yang terjadi dalam dunia digital. Secara umum digital adalah bentuk modernisasi atau pembaharuan dari penggunaan teknologi di mana sering dikaitkan dengan kemunculan internet dan komputer. Dimana segala hal dapat dikerjakan melalui suatu peralatan canggih tersebut untuk memudahkan urusan masyarakat. Dengan adanya revolusi digital inilah yang mendorong cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang semakin canggih saat ini. Segala yang masuk dalam dunia digital tentunya memerlukan informasi dan data. Informasi dan data yang terus bertambah setiap waktu menuntut pengetahuan dan cara-cara terbaru dalam menanganinya. Tidak mengherankan jika akhir-akhir ini,dunia digital terasa semakin gegap gempita dengan banyaknya berita dan informasi yang disajikan kepada masyarakat baik dengan media konvensional atau media sosial. Informasi yang dinikmati masyarakat saat ini tentunya sangat beragam, dapat berbentuk teks, suara dan juga video. Hadirnya internet dalam kehidupan bermasyarakat tentunya memberikan dampak yang menguntungkan dan juga merugikan. Internet memang bagaikan dua sisi mata uang dan pisau bermata dua, apalagi saat ini teknologi internet mudak diakses oleh semua orang. “Selalu ada sisi positif dan negatif. Kasus-kasus yang terjadi seperti, penghinaan, perselingkuhan, pencemaran nama baik, penipuan, pelecehan seksual, pornografi hingga penculikan dan bunuh diri.

Kalimantan Post

Selain untuk keperluan komunikasi, internet menimbulkan masalah dalam bermasyarakat. Dengan hadirnya teknologi-teknologi terbaru dalam jaringan internet, memunculkan banyak drama-drama kehidupan, bukan hanya drama korea saja.

Kasus-kasus dalam dunia digital semakin hari terus bermuculan, baik dengan yang disengaja ataupun tidak. Seperi contoh kasus ujaran kebencian yang sering terjadi tentunya di mulai dengan adanya aliran informasi yang tersebar lewat teknologi digital. Arisan online di mulai dengan adanya platform sosial media dan itu bagian dari teknologi digital. Menjamurnya Investasi bodong berkedok Trading di tengah masyarakat saat ini memberikan gambaran kepada siapapun, inilah era digital yang serba sulit untuk dipahami.

Baca Juga :  XENOGLOSOFILIA DI DUNIA LITERASI

Perlu kematangan dalam mengunakan teknologi digital apapun bentuknya. Jangan sampai perilaku budaya kita menjadi limbung menghadapi perubahan yang begitu sangat cepat ini.

Kepada generasi muda janganlah mudah terbuai dengan mimpi-mimpi semu yang menjanjikan kekayaan dan popularitas dengan cara-cara yang instan.

Untuk mengatasi hal-hal yang merugikan di era digital saat ini diperlukan pendidikan literasi baru di era digital seperti literasi data dimana masyarakat di tuntut memiliki kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi (Big Data) di dunia digital.

Selain itu juga diperlukan literasi teknologi yang berguna untuk memahami cara kerja mesin dan aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence dan engineering principles). Dan yang tak kalah penting adalah literasi human dimana manusia sebagai mahluk sosial di tuntut memiliki ketrampilan kepemimpinan, karakter, bisa bekerja dalam tim dan berkolaborasi, mampu membangun relasi, berempati, kelincahan dan kematangan berbudaya, inovasi, kreativitas dan entrepreneurship.

Berkembangnya teknologi dan masuknya dunia digital ke hampir semua lini kehidupan, mengubah banyak hal, tak terkecuali perilaku manusia. Era digital telah mengubah banyak hal dan secara langsung mengubah pola pikir seseorang saat sedang melakukan sesuatu.

Tentunya generasi muda harus dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sangat-sangat cepat ini, tanpa meninggalkan karakter bangsa. Jangan sampai karakter generasi muda saat ini bergantung pada trend yang beredar melalui digital termasuk media sosial.

Dengan berbagai kasus yang menimpa perilaku masyarakat saat ini, memperlihatkan bahwa negeri ini terancam karakter kebangsaannya. Banyak kasus kekerasan, pornografi, penipuan, ujaran kebencian dan banyak kasus-kasus lainnya dengan menggunakan teknologi digital memberikan pelajaran kepada kita semua, pentingnya pendidikan digital dalam menyonsong perubahan-perubahan yang terjadi saat ini.

Baca Juga :  Impor 1.000 ton Beras dari AS: Ketundukan Pada Negara Besar?

Di tengah berkecamuknya dampak-dampak tersebut, solusi pendidikan yang berkarakter kebangsaan dan dibentengi dengan keyakinan pada nilai-nilai norma ketuhanan dan sosial, menjadi solusi menghadapi era digital. Terlebih era revolusi industri 4.0 memaksa manusia untuk berubah, seiring dengan perubahan penemuan teknologi baru yang semakin cepat.

Di satu sisi teknologi digital menjadi ujung tombak kemajuan dan peraban, di sisi lain teknologi digital menjadikan manusia sekadar sebagai komoditas belaka. Dalam teknologi digital tidak ada yang mudah, semua perlu proses. Kesemuan yang di pertontonkan dalam platform digital hendaknya menjadi refleksi bagi semua kalangan, bahwa apa yang dikerjakan dengan cara memanipulasi informasi dan data tidak ada yang abadi. Inilah era dimana semua orang semakin susah mengais kebenaran sejati, kecuali berondongan informasi yang jauh dari jejak fakta objektif. Waspada.

Iklan
Iklan