Rantau, KP – Sebanyak 120 atlit bridge dari perwakilan 12 Kabupaten Kota Se Kalimantan Selatan, ikuti kejuaraan Bridge Provinsi Kalimantan Selatan. Di Gelar Pengurus Provisni Persatuan Olahraga Bridge Seluruh Indonesia (Pengprov) GABSI Kalimantan Selatan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang. (Jumat (11/3/2022) kemarin.
Para atlit bridge bertarung pada kejauraan bridge provinsi Kalsel sejak 11 sampai 13 Maret 2022, untuk mengasah kemampuan sekaligus sebagai syarat untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kab Hulu Sungai Selatan 2022.
Pantia Pelaksana Edy S mengatakan, Kejuaraan Bridge Provinsi Kalsel merupakan agenda program kerja dari Pengprov GABSI Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kemampuan atlit, sekaligus persyaratan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi tahun 2022 digelar di Hulu Sungai Selatan.
“Adapun Peserta mengikuti kejuaraan ini, sebanyak 120 atlit perwakilan dari 12 pengkab dan pengkot Gabsi Se Kalsel baik kelas umum maupun usia 21, “ ungkapnya.
Kategori yang diperlombakan ada 4 (empat) nomor, yaitu kategori beregu umum, beregu usia 21, kategori pasangan umum dan kategori pasangan usia 21.
Ketua Umum Gabsi Kalsel Zulfa Asma Vikra mengatakan, Kejuaraan Bridge Provinsi Kalimantan selatan ini, digelar pertama kali dan sebagai tuan rumah penyelenggara Kabupaten Tapin.
“Kejuaraan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan para atlit, sekaligus sebagai syarat untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 di Kabupaten HSS, “ ujarnya.
Adapun para atlit yang mengikuti kejuaraan ini, sudah pernah mengikuti kejuaraan yang sama di berbagai event di luar. Sehingga adanya kejuaraan ini berharap akan muncul akan atlit atlit Kalimantan Selatan untuk cabang olahraga Bridge, untuk dikutsertakan menjadi atlet pada ajang tingkat nasional maupun internasional.
Sementara Kepala Bidang Prestasi Dispora Tapin, Hj Aminah mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tapin, mengucapkan terima kasih kepada GABSI Kalsel yang telah mempercayakan Kabupaten Tapin sebagai tuan rumah Kejuaran Bridge Provinsi Kalimantan selatan.
“Berharap kepada seluruh atlit yang bertanding, untuk bermain sportif dan mampu meningkatkan skillnya, sehingga olahraga bridge dapat melahirkan atlit-atlit yang berprestasi, “ tutupnya. (abd/k-9)















