Pemprov Kalsel Segera Berkoordinasi dengan Kemen LHK

Banjarbaru, KP – Rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Desa Angkipih dan Peramasan Bawah Kecamatan Peramasan Kab. Banjar saat ini progresnya terus berjalan. Mengingat sebagian lokasi pembangunan bendungan berada di dalam kawasan hutan, maka Balai Wilayah Sungai Kalimantan III mengajukan permohonan rekomendasi Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) yang kemudian bersurat ke Dinas kehutanan Prov Kalsel untuk memberikan pertimbangan teknis (pertek).

Berkaitan hal tersebut, Dinas Kehutanan memberikan pertek dengan bersurat kepada Gubernur Kalimantan Selatan dalam hal ini DPMPTSP, bahwa berdasarkan peta indikatif, areal yang akan dijadikan bendungan tidak berada pada wilayah Hutan Alam Primer dan Gambut.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 7 tahun 2021, pada Pasal 273 ayat (3) menyebutkan bahwa dalam hal Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan dapat dilakukan, salah satunya untuk kegiatan pengadaan tanah untuk bencana alam.

Berita Lainnya
1 dari 1.547
loading...

Dijelaskan, berdasarkan kajian pengamanan lingkungan hidup berbasis ekoregion di prov kalsel oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor Kemen LHK RI, mengkaji tentang kejadian banjir terbesar sepanjang sejarah di Kalsel pada Januari 2021, salah satu rekomendasinya adalah rencana aksi tindakan sipil teknis melalui pembangunan infrastruktur perairan seperti bendungan, waduk, dan embung.

Plt. Kadishut Prov Kalsel, Fathimatuzzahra, menyampaikan tindak lanjut dari pemberian pertek tersebut, Pemprov Kalsel melalui Sekdaprov Kalsel bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan BNPB Prov Kalsel dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat koordinasi bersama Kemen LHK RI terkait percepatan pelepasan kawasan hutan guna percepatan pelaksanaan pembangunan Bendungan Riam Kiwa.

“Kementerian LHK melalui Ibu Menteri Siti Nurbaya saat kunjungan terakhir beliau ke Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia dengan mengajak seluruh Dekan Fakultas Kehutanan se Indonesia dalam rangka studi lapangan praktek pembangunan kota berdimensi hutan pada kawasan Ibu Kota Negara (IKN), juga telah meinstruksikan jajarannya untuk mendukung dan mempercepat realisasi pelepasan kawasan hutan di areal lokasi pembangunan bendungan,” ujar Fathimatuzzahra.

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Riam Kiwa sangat penting karena dapat mereduksi banjir hingga 70%. (dishut/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya