Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Banjarmasin

Polemik Tumpukan Barang Bekas Akhirnya Dibawa ke Balai Kota

×

Polemik Tumpukan Barang Bekas Akhirnya Dibawa ke Balai Kota

Sebarkan artikel ini
TUMPUKAN SAMPAH- Aktivitas bongkar muat dan tumpukan barang bekas di depan gudang milik PT Papadaan Jaya Bersama yang dikeluhkan warga Jalan Adhyaksa 3. (KP/Zakiri)

permasalahan lingkungan yang terjadi di lokasi tersebut kembali mencuat setelah perwakilan warga yang tinggal di Jalan Adhyaksa 3 tersebut datang ke kantor Kelurahan untuk melaporkan kondisi lingkungan di tempat tinggalnya

BANJARMASIN, KP – Aktivitas gudang barang bekas yang dikeluhkan warga Jalan Adhyaksa 3, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, akhirnya dibawa ke gedung Balai Kota.

Lurah Sungai Miai, Gusti Ikromi Akbar mengatakan, keputusan tersebut diambil lantaran polemik keberadaan lokasi penampungan barang bekas milik PT Papadaan Jaya Bersama itu sudah lama terjadi, dan sampai sekarang masih belum menemukan solusi.

“Karena belum ada solusi itulah, pihak pemko mengambil alih untuk memediasi kedua belah pihak untuk kepentingan bersama. Agar warga nyaman, yang punya usaha juga nyaman,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (6/4) siang.

Ia menjelaskan, permasalahan lingkungan yang terjadi di lokasi tersebut kembali mencuat setelah perwakilan warga yang tinggal di Jalan Adhyaksa 3 tersebut datang ke kantor Kelurahan untuk melaporkan kondisi lingkungan di tempat tinggalnya.

Bukan tanpa alasan, menurut Ikrom, laporan yang masuk kepada pihaknya tersebut dikarenakan warga merasa terganggu dengan keberadaan atau aktivitas gudang barang bekas tersebut.

“Mereka (PT Papadaan Jaya Bersama) itu mengumpulkan barang-barang bekas dan ditempatkan pada area yang menurut warga itu adalah jalan atau akses umum,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ikrom menyebut, jika beracuan pada denah awal lokasi milik PT Papadaan Jaya Bersama, jalan tersebut awalnya bukan berfungsi bagi masyarakat umum.

Namun hanya diperuntukkan bagi pemilik petakan tanah yang sudah mereka beli dari PT Bangun Banua Kalimantan Selatan.

“Dari data yang kami terima, awalnya jalan tersebut tidak tembus ke lingkungan warga, ketika seiring berkembangnya waktu entah bagaimana saya tidak tahu, akhirnya jalan ini tembus,” beber Ikrom.

Baca Juga:  Walikota Minta Pengusaha Hotel Ikut Sukseskan HPN

“Karena kalau melihat peta yang mereka berikan ke kami, tidak ada jalan di belakang sana,” tambah mantan ajudan Wali Kota Banjarmasin itu.

Lantas, bagaimana sebenarnya kondisi sebenarnya lokasi yang dikeluhkan warga tersebut?

Berdasarkan pantauan KP di lapangan, jalan yang dimaksud warga tersebut memang tertutup total akibat adanya tumpukan besi dan barang bekas lainnya di area gudang.

Hal tersebut ditambah dengan aktivitas bongkar muat hasil olahan barang bekas yang dilakukan karyawan di perusahaan menggunakan truk atau pick up di area jalan tersebut untuk dikirim ke luar pulau.

Bahkan, permukaan jalan di sana pun akan becek dan berlumpur apabila diguyur hujan.

Menanggapi hal itu, Ikrom mengaku sudah melakukan pengecekkan langsung ke lapangan, dan hasilnya apa yang dikeluhkan warga memang benar terbukti.

“Jumat (24/3) lalu kami bersama (Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin) Pak Doyo Pudjadi memantau ke sana, dan memang benar ada aktivitas penumpukan besi bekas,” ujarnya.

Kemudian, ia melanjutkan, karena tumpukan barang bekas itulah membuat kawasan di sekitar saba menjadi kumuh dan kotor,

“Pada intinya warga mengeluhkan akses jalan di sana tidak bisa dilalui, karena warga menginginkan itu jalan untuk umum, bukan untuk usaha,” pungkasnya.

Disinggung soal hasil pemantauan, Ikrom menyebut bahwa saat itu mendapat kesepakatan bahwa pemilik usaha diberi waktu untuk membereskan area di sekitar perusahaan.

“Infonya, disepakati dua minggu setelah lebaran mereka akan mulai membersihkan barang-barang yang ditumpuk di jalan itu,” tuntasnya. (Kin/K-3)

Iklan
Iklan