Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Dekranasda Kalsel Gelar Pelatihan Pewarnaan Alam Kain Sasirangan

×

Dekranasda Kalsel Gelar Pelatihan Pewarnaan Alam Kain Sasirangan

Sebarkan artikel ini
8 3klm gelar
ALAMI - Prosos pewarnaan kain sasirangan yang menggunakan bahan-bahan dari alam. (KP/Opiq)

Banjarmasin, KP – Pembuatan kain sasirangan dengan menggunakan bahan pewarna alami diklaim lebih aman terhadap kesehatan dan lebih ramah terhadap lingkungan.

Limbah pewarna yang menggunakan bahan sintetis atau zat kimia, dampaknya berbahaya karena mengandung zat karsinogenik.

Kalimantan Post

Untuk pewarna alami, pengrajin biasanya mengambil dari bahan-bahan alami di sekitar yang tumbuh di alam, misalnya kayu ulin, daun jati, daun ketapang, daun kesemak, kunyit, kulit rambutan, gincu, mangga, jalawe, tiwadak banyu, tanaman indigofera dan lain-lain.

Seiring itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pengrajin sasirangan di Banua, Dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pelatihan pewarnaan alami kain sasirangan yang dilaksanakan di di Gedung Dekranasda Kalsel, Rabu (31/8).

Ketua Dekranasda Kalsel, Raudatul Jannah Sahbirin Noor, yang diwakili Ketua Harian Dekranasda Kalsel, Mahyuni membuka langsung kegiatan pelatihan tersebut.

“Melalui pelatihan pewarnaan alami sasirangan ini, diharapkan para pelaku industri kain sasirangan di Kalimantan Selatan memiliki keperdulian terhadap lingkungan,” ujar Mahyuni, membacakan sambutan Ketua Dekranasda Kalsel.

Pewarnaan alami ini, lanjutnya, lebih ramah lingkungan. Begitu juga dengan ketersediaan bahan baku alami cukup banyak tersedia di Kalsel.

“Pelatihan ini diikuti perwakilan pengrajin sasirangan yang ada di 13 Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” bebernya, dikutip dari website resmi Pemprov Kalsel.

Sementara itu, Ketua Panitia pelatihan pewarnaan alami kain sasirangan, Siti Hasanah, menuturkan, pewarna alami ini lebih disukai pasar nasional serta internasional.

Karena itu, katanya, pengrajin sasirangan di Kalsel diminta untuk menggunakan pewarna berbahan alami. Sehingga untuk mendukungnya, maka dilaksanakan pelatihan pewarnaan alami kain sasirangan ini.

“Kita ingin meningkatkan kreativitas dan inovasi para pengrajin sasirangan yang ada di Kalimantan Selatan. Apalagi, saat ini pewarnaan alam lebih disukai oleh pasar nasional maupun internasional,” ungkap Siti Hasanah.

Baca Juga :  Harga LPG Non-Subsidi Naik, Penjualan Agen di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar Menurun‎‎

“Para pengrajin kain sasirangan di Kalimantan Selatan diminta untuk menggunakan bahan pewarnaan alami untuk produk kain sasirangannya. Dan ini juga untuk memenuhi selera pasar,” pungkasnya. (opq/K-1)

Iklan
Iklan