“Sungai yang tercemar itu menjadi sumber utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata pembakal Desa Pematang Hambawang, Ibad, saat anggota DPRD Kalsel, HM Isra Ismail melakukan Sosialisasi Perda Nomor 24 tahun 2008 tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Ikan di Kalsel,
MARTAPURA, KP — Warga Desa Pematang Hambawang, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar mengeluhkan limbah batubara yang mencemari sungai di desa mereka.
Akibat pencemaran tersebut, ekosistem ikan lokal di sungai semakin berkurang bahkan hilang, padahal warga setempat mengandalkan pencaharian dari menangkap ikan.
“Sungai yang tercemar itu menjadi sumber utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata pembakal Desa Pematang Hambawang, Ibad, saat anggota DPRD Kalsel, HM Isra Ismail melakukan Sosialisasi Perda Nomor 24 tahun 2008 tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Ikan di Kalsel, kemarin.
Akibatnya, perekonomian warga dari sektor perikanan tak lagi berjalan, mengingat ikan gabus yang sering ditangkap warga sulit ditemukan, karena air sungai berubah masam.
“Limbah batubara yang mencemari sungai menyebabkan ikan-ikan di desa tersebut menghilang,” tegasnya.
Ibad mengharapkan agar ada perhatian pemerintah agar pencemaran limbah batubara bisa ditangani, sehingga perairan di desanya kembali bagus dan ekosistem ikan seperti sebelumnya.
“Mudahan ada solusinya agar kehidupan warga kembali normal, dimana sungai tidak lagi tercemar dan ekosistem ikan bertambah banyak,” jelas Ibad.
Sebelumnya warga juga menyampaikan tentang mulai berkurangnya aktifitas warga desa maupun warga luar yang melakukan tangkap ikan dengan cara ilegal, seperti menyetrum.
Hal itu dikarenakan ekosistem ikan yang juga semakin berkurang, sehingga tak dapat menjadi tumpuan utama warga.
“Bagaimana mau mencari ikan, karena sungai tercemar, sehingga tidak ada lagi ikan yang mau ditangkap,” ujar warga.
Anggota DPRD Kalsel, HM Isra Ismail mengatakan, sosialisasi ini agar masyarakat tidaklagi menangkap ikan kecil atau menggunakan utas atau dengan setrum, agar kelestarikan ikan dan ekosistem terjaga.
“Ini agar anak cucu ke depan bisa mengenal ikan lokal, seperti haruan, papuyu dan lainnya,” tambah politisi Partai Golkar.
Apalagi masyarakat Pematang Hambawang ini mengandalkan potensi pertanian dan perikanan untuk menunjang kehidupannya.
“Masalah pencemaran ini, akan disampaikan dan dicarikan solusinya terbaik, agar kelestarian ikan dan sungai terjaga,” ujar anggota Komisi III DPRD Kalsel.
Sosper kali ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel. (lyn/K-1)















