Banjarbaru, KP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melanjutkan pengerjaan tugu pal nol yang terletak di kawasan eks Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin.
Tugu setinggi 99 meter itu mulai digarap sejak tahun lalu.
Sesuai rencana pengerjaan dilaksanakan selama 3 tahun dengan total anggaran Rp160 miliar.
Tahun lalu alokasi anggaran Rp26,9 miliar, sedangkan tahun ini dialokasikan Rp80 miliar.
Jika tak ada halangan, maka tahun depan tugu pal nol sudah berdiri 100 persen.
Tugu nol kilometer sendiri diharapkan rampung dan bisa dimanfaatkan sebelum masa jabatan Gubernur Kalsel, Paman Birin, habis.
Jabatan Paman Birin sebagai gubernur akan habis bulan Oktober 2024.
Dijelaskan Kabid Cipta Karya, Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, tinggi tugu ini 99 meter, namun yang bisa dinaiki hanya 66 meter.
Di sana kata Ryan, nantinya juga akan ada UKM dan plaza.
“UKM tidak hanya di sekitara tugu, tapi juga di dalam tugu hingga lantai empat,” ujar Ryan.
Anggaran tugu sebesar Rp120 miliar lebih untuk keseluruhan yang bersumber dari APBD. Pembiayaannya dibagi, karena pekerjaan ini masuk dalam tahun jamak.
“Tahun ini sekitar Rp80 miliar. Harapan kami, tahun depan selesai atau rampung dan sudah bisa difungsikan jika cuaca dan lainnya mendukung,” imbuhnya.
Bangunan tugu palnol dirancang setinggi 99 meter, namun struktur inti hanya setinggi 66,6 meter.
Selebihnya adalah bangunan semacam antena sehingga total tinggi bangunan 99 meter.
Dari design rancang bangun pada area landscape tersebut bakal ada empat sampai lima titik untuk areal yang bisa dimanfaatkan UMKM lokal banua serta ada lokasi bazar, restorant, serta cafe.
Tahapan pembangunan kawasan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin tersebut sudah dilaksanakan sejak 2017. Di mana saat itu, diawali dengan dilaksanakannya sayembara konsep bangunan Tugu Pal Nol dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Gedung Kantor Gubernur Provinsi Kalsel di Banjarmasin.
Kemudian pada 2018, dilaksanakan penyusunan DED Tugu Pal Nol dengan konsep bangunan yang didapatkan dari hasil sayembara pada 2017.
Selanjutnya, di tahun yang sama langsung dilaksanakan pembangunan fisik.
Tahapan pembangunan fisik pada 2018 menghabiskan anggaran sebesar Rp7,7 miliar.
Di mana dana tersebut digunakan untuk membangun taman kolam air mancur, taman lantai air mancur, gerbang utama, pos keamanan dan pergola.
Kemudian untuk tahun 2019 tahapan pembangunan fisik dengan anggaran sekitar Rp13 miliar dilaksanakan untuk membangun pedestrian, jogging track, halaman parkir, lapangan, amphitheater, toilet, musala, ruang genset, gazebo, sculpture dan RTH berupa penataan dan penanaman vegetasi. (mns/K-2)















