Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE

Berawal Kargo di Bandara Syamsudin Noor
Densus 88 akan Selidiki Pengkoleksi Perlengkapan Militer

×

Berawal Kargo di Bandara Syamsudin Noor<br>Densus 88 akan Selidiki Pengkoleksi Perlengkapan Militer

Sebarkan artikel ini
DISITA – Dari temuan pada kargo di Bandara Syamsudin Noor, pihak Kepolisian telusuri atas kepemilikan hingga disita lagi sejumlah senjata api jenis lainnya beserta ribuan amunisi. (Ist)

Dari pengakuan tersangka TS, senjata serta ratusan butir amunisi itu didapat melalui situs jual beli online

BANJARBARU, KP- Berbagai jenis senjata api (senpi) ilegal, termasuk ribuan amunisi diungkap.

Pemilik berinisial TS (29), oknum karyawan salah satu perusahaan “plat merah” di Banjarmasin dan hingga Senin (5/6) penyelidikan terus dilakukan.

Tersangka TS, diamankan di rumahnya di Jalan Manarap, Kelurahan Kertak Anyar, Kabupaten Banjar, pada Minggu (4/6).

Bahkan pihak Polres Banjarbaru maupun Polda, akan berkoordinasi dengan Densus 88 Wilayah Satgas Kalsel.

“Iya kami masih berkoordinasi dengan Densus 88 Wilayah Satgas Kalsel untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Kapolres Banjarbaru, AKPB Dody Harza Kusuma.

Penyelidikan juga dilakukan Tim Satgasus (Satuan Tugas Khusus) Bid Propam Polda Kalsel yang backup Polres Banjarbaru.

Dimana, Polres Banjarbaru menerima penyerahkan awal dari temuan senpi itu di Bandara Internasional Syamsudin Noor datang via kargo.

“Iya Tim Satgasus turut membantu membackup Polres Banjarbaru dalam pengungkapan tersebut

Itu dilakukan untuk mengantisipasi jika ada keterlibatan oknum anggota Polri dalam peredaran senjata api secara ilegal,” tambah Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Pol Djaka Suprihanta.

Hal senada dikatakan Kabid Humas, Kombes Pol M Rifai, kalau jajarannya masih terus mengembangkan atas temuan senpi ini, jadi ya sabar teman-teman,” ucapnya

Pada bagian lain dijelaskan, hasil penelusuran dari rumah TS dan pamannya ditemukan lagi sejumlah sepucuk senjata revolver jenis S&W kaliber 84 SP dan lima butir peluru.

Tidak hanya satu lokasi, TS juga menyimpan barang lainnya di rumah pamannya di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Adapun barang buktinya senjata laras panjang jenis M4 beserta sparepart, amunisi 556 sebanyak 200 butir.

Baca Juga:  Kalsel Siapkan 10 Ribu Antigen dan Karatina di Tahun Baru

Amunisi kaliber 7,62 sebanyak 100 butir, amunisi kaliber sembilan mili sebanyak 27 butir, serta amunisi kaliber 38 ada 25 butir.

Lainnya, magasin kaliber 38 sebanyak 25 butir, magasin kaliber 556 sebanyak empat pasang, magasin AK Kaliber 7,62 sebanyak satu pasang, magasin kaliber 45 Acp sebanyak tiga pasang dan satu buah rompi anti peluru.

Bahkan ada selongsong amunisi 556 sebanyak 200 butir serta satu sangkur merk rambo.

Tidak hanya itu TS juga nekat menyimpan amunisi di Kantornya di Jalan Trisakti Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.

Di lokasi sama, petugas temukan Bazoka Anti Tank sebanyak satu buah.

Dari pengakuan tersangka TS kepada petugas, apa dimilikinya lantaran hobi koleksi.

Namun apa ia lakukan mengkoleksi perlengkapan dan peralatan militer secara ilegal dan memang tak dibenarkan hingga harus berurusan dengan hukum serta terancam hukuman berat. 

“Dari pengakuan TS, mendapatkan senjata serta ratusan butir amunisi itu melalui situs jual beli online,” tambah Kapolres.

Hasil pemeriksaan kepolisian, TS terbukti melanggar pasal 1 UU Nomor 12 Tahun 1951.

Soal memiliki, menguasai, menyimpan senjata api dan amunisi tanpa izin yang sah. (dev/K-2)

Iklan
Iklan