Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Polemik Mahalnya Tiket di Kampung Ketupat
Walikota H Ibnu Sina Akui Kurang Sosialisasi

×

Polemik Mahalnya Tiket di Kampung Ketupat<br>Walikota H Ibnu Sina Akui Kurang Sosialisasi

Sebarkan artikel ini
Hal 10 4 Klm Kampung Ketupat
Grand Launching Kampung Ketupat pada Sabtu malam (15/03/2023), Ibnu Sina mengatakan pungutan tiket masuk (HTM) ini kerap disoal sebagian warga ini diakui kurang Sosialisasi. (KP/Mardiyanto)

Menyusul keluhan harga tiket yang mahal, pihaknya telah melakukan revisi harga tiket berkisar 10.000 rupiah hingga 15.000 rupiah di hari biasa dan 20.000 rupiah di akhir pekan

BANJARMASIN, KP – Menyusul ribut dan polemik yang berkepanjang terkait meningkatnya Harga Tiket Masuk (HTM) Kampung Ketupat yang dikeluhkan warga Kota Banjarmasin menarik perhatian Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Kalimantan Post

Bahkan dalam Acara Grand Launching Kampung Ketupat pada Sabtu malam (15/03/2023), Ibnu Sina mengatakan persoalan ini akibat kurang sosialisasi, sehingga pungutan tiket masuk (HTM) ini kerap disoal sebagian warga.

Jadi, munculnya protes dari masyarakat disebutnya sebagai hal yang wajar karena ini merupakan investasi swasta.

Karena, menurutnya dalam hal penetapan tarif masuk, Pemko Banjarmasin tidak bisa mengatur atau menetapkan tarif yang dinilai masyarakat terlalu mahal.

Apalagi, sudah menjadi hal wajar kalau pihak swasta menetapkan cara berbayar untuk masuk fasiltas wisata. Hal ini dikatakannya sudah diterapkan dalam Perda Kawasan Wisata Berbayar.

Dikatakannya, karena Kampung Ketupat menjadi kawasan wisata sehingga wajar ada ongkos masuk. Diharapkannya tiket masuk yang diterapkan tidak memberatkan warga.

Ibnu Sina menyebutkan tidak apa-apa harga sangat mahal hingga mencapai 100.000 rupiah untuk sekali masuk, asalkan bagus.

Sementara, Head of Bussines Development, PT. Juru Supervisi Indonesia, M Wahyu B Ramadhan mengatakan ribut-ribut soal tiket mahal oleh warga Banjarmasin tidak mempengaruhi jumlah kedatangan pengunjung.

Sejak Soft Launching hingga Grand Launching jumlah pengunjung Kampung Ketupat sebanyak 9000 orang.

Khusus terkait keluhan harga tiket yang mahal, pihaknya telah melakukan revisi harga tiket berkisar 10.000 rupiah hingga 15.000 rupiah di hari biasa dan 20.000 rupiah di akhir pekan.

Tiket harga masuk pun diganti dengan voucher untuk ditukarkan air mineral ukuran 600 ml, yang dapat ditukarkan pada stand tertentu.

Baca Juga :  Hardiknas 2026 di Banjarmasin, Ancaman Gangster Remaja Jadi Sorotan

Kampung Ketupat terletak di Kawasan Sungai Baru Kecamatan Banjarmasin Tengah diharapkan mampu mengangkat UMKM dan pariwisata Kota Banjarmasin.

Kawasan dengan luas sekitar 2100 meter persegi ini dikelola PT. Juru Supervisi Indonesia dengan sistem PKS (Perjanjian Kerja Sama) selama 5 tahun yang dapat diperpanjang lagi 5 tahun lagi dengan total waktu pengelolaan maksimal selama 15 tahun.

Selaku investor, PT. Juru Supervisi Indonesia menyetorkan investasi sebesar 6 milyar rupiah dan membayarkan sewa sebesar 100 juta rupiah per tahun. (mar/K-3)

Iklan
Iklan