Iklan
Iklan
Iklan
BANUA KITABarito Kuala

Lima Kades PAW Dilantik, Mujiyat Minta Adminstrasi Desa Transparan

×

Lima Kades PAW Dilantik, Mujiyat Minta Adminstrasi Desa Transparan

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Batola Mujiyat, S. Sn, M. Pd melantik lima. Kades PAW, Pelantikan dilaksanakan di aula Kecamatan Tamban. ) (Kalimantanpost.com/Istimewa)

BATOLA, Kalimantan post.com- Sebanyak lima Kepala Desa (Kades) dilantik sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) oleh Pj Bupati Batola Mujiyat, S. Sn, M. Pd.

Kepala Desa yang baru dilantik yakni tiga desa di Kecamatan Tamban, yaitu Desa Jelapat 1, Desa Purwosari II dan Desa Sekata Baru. Lalu, dua desa di Kecamatan Anjir Pasar, yakni Desa Andaman II dan Desa Anjir Seberang Pasar 1.

Pelantikan disaksikan Kepala Dinas PMD Batola Moch Aziz, serta dihadiri Camat Tamban, Camat Anjir Pasar, Forkopimcam Kecamatan Tamban dan Anjir Pasar, serta para tokoh masyarakat. Pelantikan dilaksanakan di aula Kecamatan Tamban, Senin (28/8).

Dalam arahannya Mujiyat meminta kepala Kepala Desa atau Pembakal adalah harapan masyarakat desa sebagai tonggak di dalam pemerintahan, pembangunan dan sosial untuk lebih baik dan lebih maju.

“Harapan saya kepada Kades terpilih untuk bangun kekuatan bersama sehingga saling bantu dan masing-masing memberikan yang terbaik untuk desanya, “jelas Pj. Bupati.

Kepala Desa PAW yang akan menjabat kurang lebih empat tahun ini juga diminta Mujiyat untuk turut mensukseskan pesta demokrasi yang akan datang.

“Pembakal adalah tulang pungung untuk mensukseskan pilpres, pileg, pilgub dan pilbub agar pesta demokrasi diwarnai dengan kegembiraan karena hasil pilihan dari hati nurani rakyat, “sebutnya.

Selain mendukung pesta demokrasi, Mujiyat juga meminta kepada Kades baru untuk mempelajari Tusi sebagai abdi pemerintah dan masyarakat karena ada sistem administrasi dan keuangan desa yang pintanya Mujiyat untuk berjalan transparan dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai Undang-undang yang berlaku.

Sebagai Kades, menurut Pj. Bupati Mujiyat dituntut mampu menyelesaikan permasalahan desa termasuk pemetaan wilayah, pengukuran lahan atau tanah sehingga menghindari permasalahan tumpang tindih kepemilikan tanah.

Baca Juga:  Momentum Kemajuan Pemuda Melalui Kecepatan Informasi

“Kades diharapkan dapat berkoordinasi dan konsultasi kepada pemerintah dan Kecamatan agar terhindar dari kesalahan dan mewujudkan tata kelola desa yang baik, “pungkas Mujiyat. (Agung/KPO-3)

Iklan
Iklan