Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Barito Kuala

Lestarikan Budaya Bakumpai, Pemkab Gelar Dialog Jejak Budaya Panji

×

Lestarikan Budaya Bakumpai, Pemkab Gelar Dialog Jejak Budaya Panji

Sebarkan artikel ini
IMG 20260724 WA0009
DIALOG BUDAYA - Wakil Bupati Batola H Herman Susilo hadir dan membuka dialog budaya panji yang di laksanakan di Aula Selidah Marabahan. (Kalimantanpost.com/repro humas Batola).

MARABAHAN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporbudpar) bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menggelar Dialog Jejak Budaya Panji dengan mengusung tema “Jejak Panji di Tanah Banjar” serta subtema “Budaya Panji Sei Getas Hari Ini dan Masa Depannya”, di Aula Selidah Marabahan, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan dialog budaya ini dibuka Wakil Bupati Barito Kuala, H Herman Susilo, yang hadir memberikan sambutan sekaligus memberi apresiasi atas terselenggaranya sinergi kebudayaan antara akademisi, pemerintah daerah, dan kementerian pusat.

Kalimantan Post

Menurutnya, dialog budaya ini menjadi momentum krusial dalam meningkatkan pemahaman serta menguatkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap keberagaman seni dan tradisi lokal.

“Kebudayaan bukan sekadar warisan peninggalan masa lalu yang hanya kita pamerkan di museum atau dipentaskan dalam perayaan seremonial semata,” ujar Wabup

Ditambahkan, budaya adalah identitas, karakter, dan benteng moral bangsa. Semoga kegiatan ini semakin membuka wawasan kita dalam menjaga ragam seni budaya tradisional yang mulai tergerus zaman.

Secara khusus, Wabup menyoroti keberadaan Suku Bakumpai sebagai salah satu pilar kebudayaan khas di Barito Kuala yang kini menghadapi tantangan modernisasi. Beliau mengungkapkan keprihatinannya melihat penuturan bahasa daerah dan adat tradisi Bakumpai yang kian tergerus pada kalangan generasi muda.

Guna mengantisipasi punahnya identitas lokal tersebut, Wabup mengusulkan gagasan strategis untuk merancang kawasan destinasi khusus berupa Desa Wisata Suku Bakumpai dan pengembangan museum daerah.

“Saya tidak ingin Suku Bakumpai mengalami nasib tergerus zaman dan kehilangan identitasnya. Saya pribadi menginginkan adanya Desa Wisata Suku Bakumpai yang hidup, dimana setiap minggunya ada atraksi tarian, masakan khas, souvenir, permainan tradisional, hingga arsitektur rumah adat Bakumpai,” ungkapnya.

Baca Juga :  RSUD H Abdul Aziz Marabahan Buka Layanan Dialisis

“Kami sudah mulai menjembatani aspirasi ini saat bertemu dengan Menteri Pariwisata, Bapak Fadli Zon, agar Barito Kuala bisa memiliki desa wisata berkarakter kuat,” tegas H. Herman Susilo.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Setia Budhi menjelaskan, proposal kegiatan kebudayaan ini berhasil memperoleh persetujuan hibah dari Kementerian Kebudayaan RI sejak 2025 dan direalisasikan sepanjang 2026.

Dr Setia Budhi mengungkapkan, dialog hari ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari perwakilan instansi provinsi, guru pendamping, siswa SMP se-Kabupaten Barito Kuala, praktisi seni, serta perwakilan komunitas Itah Uluh Bakumpai.

“Kegiatan hari ini merupakan rangkaian kedua setelah dilaksanakannya sosialisasi. Melalui dialog ini, kami mempertemukan para pemangku kepentingan dan narasumber untuk merumuskan langkah strategis pengembangan Budaya Panji di Kalsel, khususnya di Barito Kuala,” terang Dr Setia Budhi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa puncak rangkaian Fasilitasi Kementerian Kebudayaan ini direncanakan berlangsung pada September mendatang dengan mempertemukan tiga titik pusat Kebudayaan Panji di Kalsel: Hulu Sungai Tengah, Banjar/Kota Banjarmasin, serta puncak kegiatan bertempat di Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala selaku tuan rumah.

Dialog Jejak Budaya Panji ini juga turut dimeriahkan dengan penampilan istimewa Tari Topeng dari Papikat Sei Getas.

Perhelatan budaya tersebut dihadiri Kepala Disporbudpar Batola, perwakilan Taman Budaya Kalsel, Ketua dan pengurus Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI) Korwil Kalsel, narasumber dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalsel, akademisi FISIP ULM, Kepala Disperpusip Batola, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batola, serta para ketua dan anggota komunitas sastra dan budaya se-Kabupaten Barito Kuala.(agung/KPO-4)

Iklan
Iklan