Wow, Daftar Tunggu Haji Kalsel 38 Tahun, Kemenag Provinsi Kalsel Gelar Media Gathering

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Umat Islam asal Kalimantan Selatan yang mendaftar haji saat ini hari bersabar. Pasalnya, waiting list atau daftar tunggu yang telah mendaftar dan mendapatkan nomor porsi serta menunggu keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji sekitar 38 tahun lamanya.

“Waiting list atau daftar tunggu Kalsel sekitar 38 tahun,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr H Muhammad Tambrin usai acara Media Gathering Kebijakan Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh di Fugo Hotel Banjarmasin, Sabtu (14/10/2023).

Ditambahkan Thambrin, jemaah reguler untuk Kalsel saat ini sebanyak 130.000 orang.

“Cukup banyak yang calon jemaah haji kita, kami pun minta mohon dukungan Dirjen Penyelanggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI mengalokasikan haji lebih besar lagi dari 3.818 dan mudahan 4.000 lebih,” ungkapnya.

Kepala Kemenag Kalsel menambahkan, quota haji di Kalsel tahun 2023 lalu di posisi 3.818 dan ada tambahan quota sehingga hampir 4.000 yang bisa berangkat haji.

“Kami masih belum bisa mengestimasikan berapa jumlah quota haji yang berangkat tahun 2024. Kemungkinan sama dengan tahun lalu 3.818, kecuali nanti ada pelimpahan dari Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh dan itu pun harus mendapat persetujuan dari DPR dan Komisi VIII serta Presiden,” tegasnya.

Dikesempatan itu, Thamrin mengungkapkan jatah quota calon jemaah haji lansia untuk Kalsel sekitar 30 persen dari 3.818 calon jemaah haji.

Berita Lainnya

Gunung Gamalama Alami 14 Kali Gempa Vulkanik

1 dari 3,073

Ada pun syarat lansia bisa berangkat, jelas dia, sudah mendapat rekomendasi dari dokter Pelabuhan Kesehatan yang bersangkutan sehat.

Kepala Kemenag Kalsel ini juga mengucapkan terima kasih kepada Gubenrnur Kalsel Paman Birin atas dukungan operasionalnya selama penyelanggaraan haji 2023.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wali Kota di Kalsel dan Kalteng yang memfasilitasi kegiatan dari daerah ke embarkasi,” tandasnya.

Mengenai kegiatan Media Gathering Kebijakan Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh, jelas Thambrin, karena selama ini mendapat dukungan berita yang luar biasa dari media.

“Masyarakat yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Media juga tak hanya memberikan informasi tapi juga edukasi ke masyarakat kami,” pungkasnya.

Selain itu, lanjut dia, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menekankan posisi Kakanwil, UPT maupun satuan kerja Kemenag untuk selalu melakukan komunikasi yang baik dan efektif dengan media.

“Sehingga program dan kegiatan Kemenag tersampaikan ke masyarakat,” tegasnya.

Hadir dalam media Garhering dengan Kemenag Provinsi Kalsel, Pemimpin Redaksi Kalimantan Post H Sunarti serta beberapa pimpinan media lokal maupun elektronik lainnya. (Mau/KPO-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya