Pembangunan Perumahan Bersubsidi di Kalsel Hanya Capai 70 Persen Lebih dari Target 10.000 Unit

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pembangunan perumahan bersubsidi atau buat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ditargetkan Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak 10.000 bakalan tak tercapai.

“Target REI Kalsel dalam pembangunan rumah bersubsidi di tahun 2023 sebanyak 10.000 unit, tapi realisasinya kami hanya bisa mencapai 70 persen lebih atau 7.000 lebih saja,” papar Ketua REI H Ahyat Sarbini yang dihubungi di Jakarta, Rabu (6/12/2023) siang.

Sebenarnya, lanjut dia, target tersebut bisa dikejar selama sisa waktu sebulan, kalau ada quota. “Tapi quota di Bank BTN sudah habis per 10 Desember ini, sedangkan bank lain juga sudah habis quota di November lalu,” ucapnya.

Menurut Ahyat, tak tercapainya target tersebut karena pembangunan perumahan tertahan di semester pertama. Pengembang saat itu menunggu harga jual rumah baru.

“Di bulan Juni dan Juli, baru keluar harga jual rumah bersubsidi dari Rp 164,5 juta menjadi Rp 177.000 juta per unit. Adanya kepastian harga itulah, baru pengembang berani membangun perumahan,” ucapnya.

Ditambahkan Ahyat, di tahun 2024 nanti semoga target pembangunan perumahan bersubsidi sebanyak 10.000 unit akan terealisasikan.

Berita Lainnya
1 dari 2,697

“Apalagi di tahun 2024 harga rumah bersubsidi akan naik lagi menjadi sekitar Rp 182 juta,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Syafriadi menyebut
realisai penjualan unit perumahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) sampai bulan Oktober 2023 telah mencapai 7.844 unit perumahan atau 4,06 persen dari target nasional 193.425 unit.

“Total unit rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
(FLPP) se-Indonesia,
Provinsi Kalsel menduduki posisi ke-8 dengan nilai FLPP Rp932 miliar. Kalau dinilai dengan persentase sebesar 4,06 persen dari total unit
nasional yang memiliki nilai total mencapai Rp22,06 triliun,” paparnya.

Dijelaskan Syafriadi, terdapat sembilan Bank penyalur FLPP pada Provinsi
Kalimantan Selatan. Bank dengan penyaluran terbesar adalah BTN dan Kabupaten Kota dengan FLPP terbanyak
ada di Kabupaten Banjar.

“Jumlah perumahan yang ada di Provinsi Kalsel mencapai 591 Perumahan dengan
Pengembang sebanyak 344,” ucapnya. (ful/KPO-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya