Dispora Kalsel menyiapkan 50 event olahraga masyarakat dan tradisional, untuk menyemarakkan kegiatan olahraga sepanjang 2024.
Banjarmasin, KP — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan 50 event olahraga masyarakat dan tradisional, untuk menyemarakkan dan meramaikan kegiatan olahraga sepanjang 2024.
Kadispora Kalsel H Hermansyah, melalui Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora, Budiono, menjelaskan tujuan menyiapkan event tersebut untuk menggerakkan masyarakat berolahraga, menggerakkan perekonomian masyarakat sehingga industri olahraga akan tergerak dan bisa mengangkat perekonomian di Kalsel.
Ke 50 event tersebut tidak hanya level daerah namun juga nasional, seperti futsal nasional, sarung tinju emas gowes nasional hingga kejuaraan PPLP.
Sedangkan sisanya masih seputar olahraga tradisional kemasyarakatan yang bisa dipertandingkan sebagai sebuah kegiatan keolahragaan.
“Tahun 2024 ini kami sudah merencanakan ada beberapa kegiatan, kurang lebih 50 event, baik itu olahraga masyarakat dan tradisional, tentunya kegiatan olahraga nanti akan menggerakkan masyarakat dalam berolahraga dan perekonomian, dari 50 event ini ada beberapa event nasional,” ucap Budiono.
Sebelumnya Dispora Kalsel melalui bidang pembudayaan olahraga telah menggelar beberapa kali lomba dayung di beberapa titik seperti di Barito Kuala, Kabupaten Banjar, serta Banjarmasin.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melestarian budaya sungai dengan menggelar Lomba balap Jukung Tradisional Piala Paman Birin Tahun 2024 di Sungai Martapura, Kelurahan Benyiur, Banjarmasin.
Lomba jukung ini diikuti 128 tim dari berbagai daerah, peserta terbagi menjadi dua yaitu Grup A dan Grup B. Total hadiah yang disiapkan puluhan juta rupiah.
Format perlombaan jukung tradisional ini menggunakan jukung formasi B6, di mana satu jukung ditempati oleh 6 orang dengan jarak perlombaan mencapai 400 meter, dengan menerapkan sistem gugur untuk menentukan pemenang.
Lomba ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali budaya sungai yang semakin terpinggirkan. Lomba ini dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengenalkan jukung kepada generasi muda, dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian dan kebersihan sungai serta memantapkan sungai sebagai ikon atau identitas Banua.
Diingatkan bahwa sportivitas menjadi hal yang sangat penting dalam Lomba Jukung ini. Lomba Jukung bisa berjalan dengan baik dan lancar jika seluruh pihak, mulai dari peserta, tim, perangkat pertandingan, hingga panitia pelaksana, menjunjung tinggi sportivitas. Dengan bersikap sportif, lomba jukung dapat menciptakan juara yang terbaik.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono mengatakan kegiatan seperti ini akan terus didukung khususnya olahraga tradisional jukung di sepanjang sungai Martapura yang ada di Kalsel.
“Kegiatan olahraga tradisional jukung ini akan terus kita dukung untuk pelestarian budaya sekaligus mencari talenta muda yang berbakat untuk nantinya dibina menjadi atlet dayung yang profesional,” kata Budiono. (nfr/k-9)















