Banjarmasin, KP – Kawasan Kebun Binatang Mini (KBM) Jahri Saleh Banjarmasin terus mengalami peremajaan. Terbaru, Senin (20/04) sore, dilaksanakan peletakan batu pertama dan pemancangan tiang kolam wahana rekreasi air oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR didampingi Ketua TP PKK Neli Listriani beserta jajaran.
Hal ini sekaligus menandai dimulainya pengerjaan struktur kolam baru yang tentu akan menambah daya tarik pengunjung terutama bagi sanak keluarga yang membawa anaknya ke sini.
Diungkapkan Yamin, kegiatan ini bukan sekadar seremoni melainkan bentuk pengawasan dan perhatian langsung terhadap progres revitalisasi taman sekaligus wahana rekreasi yang digadang-gadang akan menjadi ikon edukasi ramah keluarga dan anak di Banjarmasin.
Dalam pantauan di lapangan beberapa bulan terakhir, KBM Jahri Saleh terlihat terus bersolek dengan perapian kawasan dan pepohonan sekitar, pengecatan ulang beberapa titik penangkaran satwa, peletakan tanaman asri hingga adanya wahana bermain anak-anak.
Selepas peletakan batu, Walikota dan jajaran SKPD terkait, turun langsung melihat detail teknis pemasangan tiang pancang yang menjadi fondasi utama kolam tersebut.
“Hari ini kita laksanakan peletakan titik pancang tiang pertama pembangunan kolam wahana rekreasi air, di taman edukasi satwa atau KBM Jahri Saleh. Kita berharap mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan sesuai harapan kita, pengerjaannya selesai tepat waktu sesuai kontrak yang sudah ada,” beber Yamin.
Revitalisasi ini, lanjutnya, merupakan langkah strategis pemerintah kota untuk mengubah wajah KBM Jahri Saleh menjadi ruang publik yang lebih fungsional, nyaman, ramah dan edukatif bagi pertumbuhan anak-anak. Rehab ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2026 mendatang, dengan alokasi anggaran sebesar 2,9 miliar yang berasal dari APBD.
“Tentu kita ingin ke depan tempat ini bisa menjadi tempat yang representatif bagi berkumpulnya masyarakat kota Banjarmasin dan sekitarnya terutama di akhir pekan, mengingat KBM ini sudah lama tidak terkelola dengan baik,” terangnya.
Lebih jauh, Yamin menyebut bahwa hal ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka yang ramah anak, aman dan terjangkau selama ini di tengah keterbatasan lahan kota.
“Dengan anggaran sebesar itu, kita harap pemanfaatan dan kualitasnya bisa maksimal. Semoga ini bisa menambah pendapatan daerah kita dan juga bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.(nug/K-5)















