Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Sekjen Golkar Luncurkan Buku “Kekuasaan yang Menolong”

×

Sekjen Golkar Luncurkan Buku “Kekuasaan yang Menolong”

Sebarkan artikel ini
1 2 klm sekjen golkar
Muhammad Sarmuji

SEKRETARIS Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji meluncurkan buku berjudul “Kekuasaan yang Menolong” dengan membawa semangat politik untuk menolong rakyat.

Dalam acara peluncuran bukunya di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/4), Sarmuji mengungkapkan bahwa garis politik yang dia bawa, yakni memandang kekuasaan bukan sebagai tujuan, melainkan sarana mengabdi untuk membantu masyarakat.

Kalimantan Post

Dia mengatakan bahwa buku itu diilhami dari nama mendiang anaknya.

“Kekuasaan Yang Menolong itu adalah sebenarnya terjemahan dari Sulthanan Nashira, yaitu nama putra kami, Muhammad Sutojoyo Sulthanan Nashir,” kata Sarmuji.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu mengungkapkan, buku tersebut merupakan salah satu dari tiga buku yang dia terbitkan, dengan dua di antaranya menjadi karya utama, termasuk Kekuasaan Yang Menolong.

Nama anaknya tersebut, kata Sarmuji, sejak awal menjadi pengingat bagi dirinya dalam menjalani dunia politik.

Ia berharap keberadaannya di politik dapat menjadi kekuatan yang memberi manfaat.

Sarmuji mengungkapkan bahwa putranya telah wafat setelah berjuang melawan leukemia pada 2024.

Meski begitu, nilai dan makna dari nama tersebut tetap ia pegang sebagai prinsip hidup.

Ia menjelaskan bagian awal buku tersebut menekankan kekuasaan yang berpihak pada kepentingan publik. Sementara bab-bab selanjutnya berisi respons dan pandangannya terhadap berbagai isu kerakyatan yang berkembang di DPR.

“Lalu bab-bab berikutnya tentang pernyataan-pernyataan saya menanggapi situasi yang berkembang. Isu-isu kerakyatan yang berkembang di DPR dan beberapa isu yang kami tanggapi sebagai sekretaris jenderal (DPP Partai Golkar),” katanya.

Menurut ia, acara peluncuran buku itu pun dipersembahkan juga kepada semua orang tua yang kehilangan anak.

Saat kehilangan anaknya, Sarmuji mengaku tak memiliki waktu untuk bersedih.

“Kami dan semua orang pernah merasakan kehilangan. Kami kehilangan putra kami yang telah berjuang menghadapi leukemia sampai titik darah penghabisan. Kami telah sempurnakan seluruh ikhtiar, tetapi takdir menuntun ke jalan pulang,” katanya. (ant/K-2)

Baca Juga :  RDP Komisi III Temukan SILPA PUPR 2025 Capai Rp50 Miliar, Dewan Minta Perencanaan Proyek Lebih Matang

Iklan
Iklan