Iklan
Iklan
Iklan
BalanganBANUA KITA

Gerakan Pangan Murah Ramadan Bantu Kendalikan Inflasi

×

Gerakan Pangan Murah Ramadan Bantu Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
PENGECEKAN - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tuhalus tengah mengecek produk yang tersedia di Gerakan Pangan Murah. (KP/Srd)

Balangan, KP – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balangan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama TP PKK Balangan, di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Senin kemarin.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Tuhalus, juga didukung oleh Perum Bulog Cabang Hulu Sungai Tengah, PT. Wings Food, Dinas Perdagangan Balangan dan lainnya.

Android

Tuhalus mengatakan, gerakan pangan murah ini akan terus dilaksanakan baik di setiap kecamatan, maupun oleh dinas terkait lainnya hingga menjelang hari H lebaran.

?”Siapa saja boleh membeli bahan pokok penting di gerakan pangan murah ini,” ujarnya di sela meninjau kegiatan gerakan pangan murah.

Lebih lanjut, Tuhalus  mengungkapkan bahwa harga bahan pokok penting yang tersedia pada kegiatan ini jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pada umumnya, yang bertujuan untuk mengendalikan harga pasar agar tidak melonjak tinggi sehingga memberatkan masyarakat.

“Ini merupakan kegiatan serentak seluruh Indonesia, akan tetapi untuk di Kabupaten Balangan Gerakan Pangan Murah kali ini sudah yang ke 17 kali digelar di 2024,” jelasnya.

Ia menargetkan untuk kegiatan tersebut bakal dilaksanakan sebanyak 40 kali dalam satu tahun di Kabupaten Balangan.

“Insya allah ini akan bertambah lagi di tahun 2024 saat anggaran perubahan, nantinya ada 18 kali setiap Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar juga telah kita anggarkan 47 kali,” lanjutnya.

Tuhalus menyebut, bahwa Kabupaten Balangan sampai saat ini masih dalam zona hijau atau aman dalam pencegahan inflasi serta angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) 1,6 di peringkat kedua setelah Kabupaten Barito Kuala.

“Kabupaten kita saat ini masih berada di zona hijau dan peringkat kedua setelah Barito Kuala,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hadapi Musim Kemarau, Hindari Pembakaran Hutan Membabi Buta

Dirinya menegaskan keberhasilan dalam menekan infasi tidak lepas dari kerja sama antar pemerintah daerah dengan masyarakat, sehingga bantuan-bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran. (srd/K-6)

Iklan
Iklan