BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan (Kemenkum Kalsel) secara resmi membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia Tahun 2026 yang dipusatkan pada momentum Car Free Day (CFD) di kawasan Menara Pandang Banjarmasin, Minggu (26/04/2026).
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Alex Cosmas Pinem, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum Hari KI Sedunia sebagai sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mendekatkan layanan kekayaan intelektual kepada masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Alex.
Ia juga menyampaikan bahwa peringatan Hari KI Sedunia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui layanan langsung kepada masyarakat serta kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem kekayaan intelektual.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini turut diikuti dengan partisipasi secara daring melalui Zoom Meeting yang terhubung dengan pusat, sebagai bagian dari rangkaian nasional peringatan Hari KI Sedunia.
Selain seremoni pembukaan, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti pembukaan layanan konsultasi kekayaan intelektual bagi masyarakat melalui Mobile Intelectual Properti Clinic, pelaksanaan fun game yang melibatkan pengunjung, serta showcase produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan hasil karya berbasis kekayaan intelektual.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan tinggi, pejabat manajerial, serta pegawai non-manajerial di lingkungan Kanwil Kemenkum Kalsel, yang bersama-sama turut menyukseskan rangkaian kegiatan Hari KI Sedunia di Kalimantan Selatan.
Melalui kegiatan ini, Kemenkum Kalsel berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual serta mampu memanfaatkan KI sebagai aset strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. (KPO-1)















