Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
EKONOMI

Hiswana Migas Kalsel Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG 3 Kg Aman Jelang Iduladha 1445 H

×

Hiswana Migas Kalsel Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG 3 Kg Aman Jelang Iduladha 1445 H

Sebarkan artikel ini
Ketua Hiswana Migas Kalsel Hj. Muliana Yuniar (tengah) didampingi Sekretaris H. Nicko (kanan) dan Dewan Pertimbangan, H. Addy Chairuddin Hanafiah (kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media. (Kalimantanpost.com/Opiq)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Beberapa hari terakhir harga LPG tabung 3 kilogram (kg) di tingkat eceran melambung tinggi. Bahkan, di sejumlah kios atau warung ada yang menjual antara Rp35.000 – Rp40.000 per tabung.

Padahal, saat dikonfirmasi, Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan jika pasokan dan penyaluran LPG bersubsidi maupun non subsidi di Banjarmasin sangat lancar dan aman menjelang Iduladha 1445 H.

“Pasokan aman dan distribusi ke agen dan pangkalan pun juga lancar,” ungkap Ketua Hiswana Migas Kalsel, Hj. Muliana Yuniar, didampingi sekretarisnya, H. Nicko, dan Dewan Pertimbangan, H. Addy Chairuddin Hanafiah saat ditemui di kantornya, Jalan Belitung, Sabtu (18/5/2024) pagi.

Apalagi, lanjut Muliana, PT Pertamina juga melakukan Operasi Pasar di sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin, seperti di Kelurahan Mantuil, Kelayan Timur, Belitung Utara, Basirih, Kuin Selatan, Kuin Utara, Kuin Cerucuk, Surgi Mufti, Sungai Andai, Alalak Utara dan Sungai Miai, masing-masing satu truk (560 buah tabung)

“Operasi Pasar dilakukan untuk menjaga kestabilan harga di masyarakat. Dan satu KTP hanya berhak untuk satu tabung,” ujarnya.

Jika ada di eceran menjual dengan harga tinggi, Muliana mengaku hal tersebut di luar kendali pihaknya, lantaran kewenangan Hiswana Migas hanya sampai tingkat pangkalan saja.

“Pangkalan menjual LPG 3 kg sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18.500 per tabung di Kalsel,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Muliana juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli LPG 3 kg di eceran, melainkan di pangkalan. Dia juga mengingatkan, pemilik rumah makan dan warung-warung besar agar membeli LPG non subsidi agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.

“Bagi masyarakat yang mampu, tidak berhak membeli LPG bersubsidi, karena peruntukannya bagi masyarakat yang tidak mampu. Jadi, apabila orang kaya memakai gas bersubsidi ini, berarti memakan hak orang miskin,” tuntasnya. (Opq/KPO-1)

Iklan
Baca Juga:  TAF Tingkatkan Customer Service dengan Fitur Baru Video Call TOMI Online
Iklan