Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Kekeruhan Air Baku Ekstrem, PT Air Minum Bersujud Lakukan Sejumlah Langkah Penanganan

×

Kekeruhan Air Baku Ekstrem, PT Air Minum Bersujud Lakukan Sejumlah Langkah Penanganan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260802 WA0026 e1785675109307

BATULICIN, Kalimantanpost.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PT Air Minum Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo, memastikan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani meningkatnya tingkat kekeruhan (turbidity) air baku yang mencapai kondisi ekstrem dan melampaui kapasitas desain instalasi pengolahan air (IPA).

Dwi Dibyo menjelaskan, lonjakan kekeruhan tersebut berdampak langsung terhadap operasional pengolahan air bersih dan distribusi kepada pelanggan.

Kalimantan Post

Meski demikian, tim operasional telah melakukan berbagai langkah agar kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi standar pelayanan.

“Berbagai penyesuaian operasional telah dilakukan secara maksimal, mulai dari optimalisasi penggunaan bahan kimia hingga pendampingan teknis untuk memastikan proses pengolahan dapat kembali berjalan optimal,” ujarnya kepada awak media, Minggu (02/08/2026).

Langkah pertama yang dilakukan adalah meningkatkan dosis bahan kimia koagulan dan bahan pendukung pengolahan air secara bertahap hingga batas maksimum yang diperbolehkan sesuai standar operasional.

Upaya ini bertujuan meningkatkan efektivitas proses koagulasi dan flokulasi untuk memisahkan partikel lumpur yang sangat tinggi dari air baku.

Selain itu, tim operasional juga melaksanakan jar test secara terus-menerus guna menentukan dosis bahan kimia yang paling efektif sesuai perubahan karakteristik air baku. Pemantauan parameter kualitas air, terutama tingkat kekeruhan dan pH, dilakukan secara berkala.

“Hasil pengujian menunjukkan tingkat kekeruhan terus meningkat hingga melampaui kemampuan proses pengolahan instalasi,” jelasnya.

Untuk menjaga mutu air hasil produksi, PT Air Minum Bersujud terpaksa menurunkan kapasitas produksi secara bertahap. Namun, kondisi air baku yang terus memburuk membuat proses pengolahan tidak lagi dapat dilakukan secara optimal sehingga unit produksi harus dihentikan sementara atau shutdown.

Dalam upaya mencari solusi terbaik, PT Air Minum Bersujud juga menggandeng tim teknis Mega Tirta Teknologi (MTT) untuk melakukan pemeriksaan lapangan, evaluasi proses pengolahan, serta analisis penggunaan bahan kimia terhadap kondisi air baku yang mengalami kekeruhan sangat tinggi.

Baca Juga :  Pemko Banjarmasin Lakukan Pendataan Guru Honorer dan GPK

Berdasarkan data operasional, peningkatan kekeruhan mulai berdampak pada Sabtu (1/8) pukul 19.00 hingga 23.00 WITA yang menyebabkan penurunan kapasitas produksi dan distribusi air.

Kondisi semakin memburuk pada pukul 23.00 WITA hingga Minggu (2/8) pukul 06.00 WITA, saat tingkat kekeruhan mencapai kondisi ekstrem sehingga pengolahan air menjadi sangat sulit dilakukan.

Akibatnya, distribusi air kepada pelanggan terpaksa dihentikan total pada pukul 02.00 hingga 08.30 WITA demi menjaga kualitas air yang disalurkan.

Setelah kondisi air baku mulai membaik, proses produksi dan distribusi kembali dioperasikan secara bertahap mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WITA. Namun, kapasitas produksi hingga kini masih belum dapat dimaksimalkan sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap dilakukan secara terbatas.

PT Air Minum Bersujud menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang terjadi dan terus berupaya memulihkan distribusi air bersih secara bertahap kepada seluruh pelanggan.(nau/KPO-1)

Iklan
Iklan