Iklan
Iklan
Iklan
HEADLINE

PWRI Kota Banjarmasin Gandeng BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi Menjawab Kemudahan di Era Digital

×

PWRI Kota Banjarmasin Gandeng BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi Menjawab Kemudahan di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Persatuan Weratama Republik Indonesia (PWRI) Kota Banjarmasin bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Kota Banjarmasin melaksanakan sosialisasi Program JKN - KIS di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, Selasa (14/5/2024). (Kalimantanpost.com/ful)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com –
Persatuan Weratama Republik Indonesia (PWRI) Kota Banjarmasin bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Kota Banjarmasin melaksanakan sosialisasi Program JKN – KIS
di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, Selasa (14/5/2024).

Ada pun tema yang diangkat dalam sosialisasi tersebut yakni BPJS Kesehatan Menjawab Kemudahan di Era Digital.

Nara sumber dalam sosialisasi yang diikuti sekitar 150 para pensiunan ASN di Kota Banjarmasin yakni Idham Chalid dari Kabid Pelayananan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Banjarmasin.

“Kegiatan kita hari ini bekerjasama dengan BPJS Kota Banjarmasin untuk melaksanakan sosialisasi kepada para pensiunan. Karena ada beberapa sistem BPJS yang baru, terutama masalah digital itu yang perlu diinformasikan,” ujar PWRI Kota Banjarmasin H Hesly Junianto SH, MH disela-sela acara sosialisasi, Selasa (14/5).

Di acara ini, lanjut dia, juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di media sosial. Umpamanya di BPJS sekarang ini apakah memang tidak ada rawat inap, tak ditanggung lagi rawat jalan, bagaimana seandainya di klinik atau rumah sakit atau apotik tidak tersedia obat apakah mengambil di luar itu akan diganti.

“Lalu, berkaitan juga dengan pensiunan ini sudah ada meninggal suaminya atau istrinya apakah bisa dilanjutkan atau bagaimana dan ini akan dijelaskan BPJS,” ucapnya.

Disisi lain, kata Hesly, mereka juga bisa menanyakan pertanggungjawaban BPJS itu sampai berapa tahun atau dalam usia berapa tahun habis. Apakah 70 tahun atau selamanya.

“Kami sangat berterima kasih dengan BPJS sebagai kumpulan para pensiunan ini. Paling tidak inikan merupakan informasi yang sangat berharga sekali bagi bapak-bapak dan ibu-ibu yang usianya sudah senja,” ujarnya.

Hesly mengungkapkan untuk para pensiunan tidak ada lagi bayar iuran BPJS alias gratis, karena sewaktu masih aktif sebagai ASN gaji mereka sudah dipotong.

Baca Juga:  Tabrakan Dua Pesawat,Lima Penjaga Pantai Jepang Tewas

Dikesempatan itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin ini mengungkapkan jumlah anggota PWRI Kota Banjarmasin yang mendaftar sekitar 350 orang.

“Anggota PWRI semua pensiunan, apakah mereka dulunya pernah di dinas mana saja, termasuk di luar Pemko tapi domisilinya sekarang di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor yang menyempatkan diri menemui anggota PWRI mengatakan menyambut positif kegiatan kumpul-kumpul tiga bulan sekali para pensiunan ini dengan berbagai kegiatan seperti ceramah agama dan ajang silaturahmi.

“Mereka juga memberikan sumbangsih dan masukan agar bagaimana kenyamanan dan kemajuan Kota Banjarmasin sesuai pengalaman mereka pada waktu masih aktif,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi dibuka
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Banjarmasin, Machli Riyadi.

“Atas nama pemerintah, kami sangat mengapreasi kegiatan PWRI ini. Karena kegiatan yang sangat bagus dan anggota PWRI merupakan tokoh-tokoh yang sebelumnya telah mengabdikan diri kepada Pemko Banjarmasin,” ucapnya.

Ditambahkan dia, sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kota saat ini melayani pensiunan yang tergabung di PWRI.

“Kita juga berharap anggota PWRI selalu menjaga kesehatan fisik dan mental, karena ini sangat penting sekali. Tidak sedikit orang begitu pensiun mengalami post power sindrom dan mengalami Demensia Alzheimer,” ucapnya.

Ternyata, lanjut Machli, melalui organisasi PWRI bisa mengurangi penyakit di atas. Anggotanya secara rutin mengadakan pertemuan tiap bulan dengab kegiatan positif seperti ceramah agama, olahraga sesuai usia dan sosiakisasi seperti sekarang ini.

“Anggota PWRI bisa mendapat informasi ter update seluruh peraturan dan regulasi yang sangat berkaitan erat yang menjadi sasaran subjek kebijakan,” tegasnya.

Seperti hari ini dilaksanakan sosialisasi tentang peraturan presiden terbaru. Ini luar biasa. Peraturan presiden baru lima hati yang diundangkan dan PWRI sudah menyambut baik, sementara organisasi lain belum melaksanakan sosialisasi dengan menggandeng BPJS. (ful/KPO-3)

Baca Juga:  Tokoh Perempuan Golkar Dewi Said Dukung Acil Odah Maju di Pilgub Kalsel 2024

Iklan
Iklan