Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Gempa Dangkal Bermagnitudo 4,8 Kaimana, Papua Barat

×

Gempa Dangkal Bermagnitudo 4,8 Kaimana, Papua Barat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260526 WA0017 e1779772913782
Peta pusat gempa bumi di laut berkedalaman 24 kilometer pada jarak 50 kilometer dari arah tenggara Kaimana, Papua. (Antara/Repro Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG)

JAKARTA, Kalimantan post.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas Sesar Tarera Aiduna memicu peristiwa gempa bumi tektonik dangkal bermagnitudo 4,8 yang mengguncang wilayah Kaimana, Papua Barat, pada Selasa (26/5/2026).

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto di Jakarta, Selasa, mengatakan berdasarkan hasil pemodelan matematis, gempa bumi tersebut berpusat di laut dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kalimantan Post

Peristiwa tersebut terjadi di laut berkedalaman 24 kilometer pada jarak 50 kilometer dari arah tenggara Kaimana dengan koordinat 4,01° LS dan 134,00° BT.

Wijayanto menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), getaran gempa bumi ini dirasakan cukup kuat di daerah Kaimana dengan skala intensitas IV-V MMI, di mana getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk hingga menyebabkan orang banyak terbangun dari tidur.

Guncangan juga dirasakan di daerah Kota Kaimana dengan skala intensitas III-IV MMI. Selain itu, rambatan getaran meluas hingga ke daerah Kota Rasiei, Kota Dobo, Kota Bintuni, dan Kota Nabire dengan skala intensitas II MMI, berupa getaran yang dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun fasilitas publik yang ditimbulkan akibat guncangan gempa bumi tersebut.

Sementara itu, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh sistem BMKG pagi ini, belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) namun masyarakat setempat diimbau untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. (Ant/KPO-3)

Baca Juga :  Rute BRT Banjarbaru Diubah

Iklan
Iklan