Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
OPINI PUBLIK

HAJI HIJRAH DAN JIHAD

×

HAJI HIJRAH DAN JIHAD

Sebarkan artikel ini

Oleh : CAKRAWALA BINTANG

Sering kali masalah hijrah dihubungkan dengan tahun baru Islam. Hal itu karena Hijrah itu adalah pindahnya perjuangan Rasulullah SAW dari Mekkah ke Kota Madinah. Justru di Kota Madinah Nabi Muhammad SAW lebih banyak bisa diterima penghuni kota, kemudian di Kota Madinah itu adalah kota nabi yang mulia. Peristiwa hijrah itu telah ditetapkan di zaman Umar bin Khattab sebagai tahun baru Islam, yaitu Muharram.

Namun jangan dilupakan, jika haji terjadi di bulan 12 atau Zulhijah, dan juga berhubungan dengan bulan berikutnya, yaitu Muharram. Maka haji berhubungan dengan hijrah, atau berpindahnya kepadanya hal yang lebih baik lagi. Tentunya dengan banyak orang yang berhaji di Indonesia ini, maka jelas secara logika akan terjadi kemakmuran. Apalagi jika hijrah itu menganjurkan akan berpindahnya hal yang buruk kepada yang lebih baik lagi. Tentunya juga tidak akan lupa jika 10 Muharram adalah hal yang sangat penting juga dalam Islam. Walaupun untuk itu, mereka yang mengerti ilmu kitab Taurat sangat menghargai akan makna 10 Muharram. Dimana para nabi banyak yang dibebaskan daripada ujian-ujian yang berat. Seperti cerita Nabi Yunus yang dikeluarkan oleh ikan paus dan terdampar di pantai.

Walaupun banyak cerita tentang 10 Muharram itu, yang berkenaan dengan peristiwa nabi di zaman dahulu itu, Islam juga mencatat dalam sejarah. Jika 10 Muharram itu adalah syahidnya seorang cucu Rasulullah di dalam mempertahankan aqidah dan syariah, daripada penyimpangan yang ingin dilakukan oleh sekelompok mereka yang memanfaatkan situasi komplik di zaman itu. Sejarah memang berputar, dimana ada masa kejayaan ada masa kemusnahan. Namun bagi imam Husin, di dalam situasi yang sangat menyakitkan sekalipun tetap memberikan hal yang terbaik. Bahwa beliau tetap memperlihatkan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Walaupun dengan demikian keluarganya juga menjadi korban kebiadaban dan tidak mengenal hukum oleh kelompok yang berkuasa saat itu.

Baca Juga:  Jaminan Kesehatan Tanggung Jawab Negara

Maka tidak salah jika rumusan haji-hijrah dan jihad itu ternyata berhubungan dan terhubung. Itu karena urutan bulannya, yang ternyata hasil saling pengamatan dan diskusi, kemudian yang terumuskan Ali Syariati, ahli sosiologi Iran, bahwasanya Haji-Hijrah-Jihad, berhubungan dan terhubung serta ada contohnya dalam nilai sejarah. Sejarah memperlihatkan masalah dan penyelesaikan masalah. Kemudian nilai seorang muslim, yang selalu bermanfaat dalam situasi apapun. Dimana pengorbanan yang diperlihatkan imam Husin, itu ternyata terhubung dengan ritual ritual pengorbanan pada peristiwa haji. Dimana Ismail, siap untuk dikorbankan ayahnya yang bernama Ibrahim. Demi untuk ikhlas kepada Allah serta nilai ajaran yang perintahNya harus selalu dturuti demi nilai keimanan dan ketakwaan.

Maka nilai perjuangan Rasulullah SAW pada awalnya, pada hijrah dan pada memasuki Kota Mekkah. Semuanya itu adalah nilai sejarah yang mengandung ajaran aqidah dan syariat. Begitu juga peristiwa yang diambil oleh para Khalifah, serta berpindahnya sistim Khalifah, yang kemudian berpindah pada bukan pada ahli bait. Sebenarnya sistim kepemimpinan ahli bait dan sistim para sahabat muslim, keduanya adalah baik selama berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Namun Allah SWT akan terus menjaga para ahli bait yang akan melahirkan Imam Mahdi. Semuanya itu karena doa Nabi Ibrahim, sehingga melahirkan Muhammad SAW, yang kemudian akan datang yang namanya Imam Mahdi.

Iklan
Iklan