Asprov PSSI Kalsel kerjasama dengan PSSI Pusat, menggelar Kursus Instruksi Wasit yang diikuti peserta dari Kalsel, Kaltim dan Yogjakarta.
BANJARMASIN, KP – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Selatan, menyelenggarakan Kursus Instruktur Wasit selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Victoria Banjarmasin, dengan sesi praktik lapangan dijadwalkan pada 12 Juni di Lapangan Green Yakin Soccerfield.
Kegiatan dibuka Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel, Heru Susmianto. Dalam sambutannya, Heru menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas instruktur sebagai fondasi pembinaan wasit yang berkualitas di daerah.
“Kualitas kompetisi sangat bergantung pada kualitas perangkat pertandingan, khususnya wasit. Karena itu, lahirnya instruktur-instruktur baru ini sangat penting untuk pembinaan jangka panjang,” ujar Heru, Senin pagi.
Ia juga menyampaikan bahwa Dispora Kalsel mendukung penuh setiap upaya peningkatan kualitas SDM olahraga, termasuk perwasitan, karena ini berkaitan langsung dengan prestasi dan profesionalisme olahraga di Kalimantan Selatan.
Kursus diikuti 13 peserta yang berasal dari tiga provinsi: 8 peserta dari Kalimantan Selatan, 4 dari Kalimantan Timur, dan 1 dari Yogyakarta. Para peserta merupakan mantan wasit nasional dengan lisensi terakhir C1 Nasional, yang kini dipersiapkan untuk menjadi instruktur di daerah masing-masing.
Materi kursus disampaikan oleh dua instruktur nasional dari PSSI Pusat, yaitu Yendri dari Departemen Perwasitan PSSI dan Jumadi Effendi yang juga mantan wasit nasional. Mereka memberikan pembekalan materi secara intensif, mulai dari aspek teknis, kepemimpinan di lapangan, hingga pengembangan metode pelatihan wasit.
Sekretaris Asprov PSSI Kalsel, Baktiansyah, menyebut kursus ini sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia perwasitan di regional Kalimantan.
“Kami ingin menciptakan jaringan instruktur wasit yang tidak hanya aktif melatih, tapi juga mampu membina wasit-wasit muda di daerah masing-masing. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas kompetisi,” kata Baktiansyah.
Baktiansyah juga mengapresiasi semangat peserta dari luar Kalsel, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya jangkau dan kualitas yang diakui secara luas.
Melalui kursus ini, Asprov PSSI Kalsel berharap dapat memacu pertumbuhan instruktur wasit di daerah, menciptakan regenerasi yang berkelanjutan, serta berkontribusi langsung dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang profesional dan bermutu di Indonesia. (nfr/k-9)















