Rantau, KP H– Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tapin terus diperkuat. Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin bersama Dinas Sosial menyalurkan bantuan telur kepada anak-anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Lokpaikat, Senin (6/4/2026).berlangsung Pendopo Lokpaikat.
Ketua TP PKK Tapin, Hj Faridah Yamani, mengatakan program ini merupakan bagian dari inovasi daerah bertajuk
“Bagasing” atau Bersama Cegah Anak dari Stunting. Melalui program tersebut, setiap anak sasaran menerima 60 butir telur sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi harian.
“Intervensi ini tidak hanya fokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga peningkatan pengetahuan keluarga terkait pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan anak,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan pangan, kegiatan juga diisi dengan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Materi yang diberikan menitikberatkan pada edukasi pola asuh, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan posyandu.
Kepala Dinas Sosial Tapin, H Syafrudin, telur yang kita bagikan sebanyak 2880 butir telur untuk 48 anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Lokpiakat.
“Masing-masing anak mendapatkan bantuan gizi berupa telur sebanyak 60 butir telur,” sebutnya.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan asupan gizi yang lebih baik dan pemahaman yang memadai, diharapkan angka stunting di Tapin dapat ditekan secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Tapin menargetkan penurunan angka stunting secara bertahap menuju kondisi nol kasus. Melalui sinergi antara PKK, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, serta masyarakat, optimisme tersebut dinilai realistis untuk dicapai.
Program serupa direncanakan akan terus diperluas ke wilayah lain sebagai langkah konsisten dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. (abd/K-6)















