BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam peringatan hari jadi ke-38 PS Barito Putera mendapat perhatian khusus dari Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza. Ia melihat momentum tersebut sebagai gambaran awal terbentuknya ekosistem UMKM yang terintegrasi dengan sektor olahraga.
Penilaian itu disampaikan saat dirinya menghadiri langsung perayaan di Stadion 17 Mei, sekaligus meninjau berbagai stan UMKM yang ikut memeriahkan kegiatan.
“Di sini kelihatan ada cikal bakal ekosistem UMKM,” ujarnya, Selasa (21/4/2026) disela peringatan HUT ke-38 PS Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Menurut Helvi, sinergi antara dunia olahraga dan UMKM menjadi strategi penting dalam memperluas ruang ekonomi masyarakat. Pemanfaatan fasilitas publik seperti stadion dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.
“Kami memang mendapat penugasan untuk mendorong pemanfaatan fasilitas publik, termasuk stadion, agar berdampak pada pengembangan UMKM. Barito Putera sudah mulai melakukan hal ini,” jelasnya.
Selain menjalankan tugas sebagai wakil menteri, Helvi juga mengungkapkan keterlibatannya sebagai pembina Barito Putera sejak tahun lalu. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan pemberdayaan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian, dengan rantai nilai yang mencakup berbagai tahapan mulai dari produksi hingga hilirisasi.
“UMKM itu bukan sekadar jualan kue. Ada proses pengembangan dari sisi kemasan, legalitas, hingga sertifikasi yang harus dipenuhi agar bisa naik kelas,” katanya.
Meski demikian, sejumlah tantangan klasik masih dihadapi pelaku UMKM, terutama terkait pembiayaan dan akses pasar. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga keuangan.
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan melalui penguatan UMKM.
“Pemerintah memfasilitasi melalui program kementerian, pembiayaan dari perbankan, serta membuka akses pemasaran melalui perusahaan besar,” imbuhnya.
Di tingkat daerah, Helvi menilai dukungan terhadap UMKM di Kalimantan Selatan semakin kuat. Ia menyoroti peran Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman yang aktif membina UMKM melalui keterlibatannya di Barito Putera dan berbagai komunitas.
“Komitmen dari pemerintah daerah, baik gubernur, wakil gubernur, hingga pemerintah kabupaten/kota di Banjarmasin sudah sangat baik dalam mendukung usaha dari bawah,” katanya.
Dalam kunjungannya, Helvi juga membawa tim kementerian untuk melakukan kurasi produk UMKM. Ia mengapresiasi beragam produk lokal, mulai dari kain sasirangan, anyaman pandan air, hingga kerajinan berbahan eceng gondok yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Ia berharap pengembangan UMKM di daerah dapat terus ditingkatkan melalui pendampingan yang berkelanjutan, dukungan pembiayaan, serta perluasan akses pasar.
“Kami ingin kerja sama ini ditingkatkan dan diformalkan, sehingga UMKM bisa naik kelas menjadi sektor usaha formal yang kuat,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, Helvi optimistis Kalimantan Selatan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan UMKM di kawasan timur Indonesia.
“Tepatnya di kawasan Indonesia bagian timur,” tutupnya. (Opq/KPO-1)















