BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Penggunaan kantong plastik sebagai pembungkus makanan cukup berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, sangat disarankan untuk tidak menggunakan kantong plastik sebagai pembungkus daging kurban yang akan dibagikan.
Bukan tanpa alasan, menurut Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, drh Annang Dwijatmiko, penggunaan kantong plastik yang berwarna hitam. Apalagi daur hilang dapat menimbulkan zat karsinogenik.
Zat karsinogenik sendiri adalah senyawa, agen, atau bahan yang dapat menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko mutasi sel menjadi sel kanker di tubuh.
“Zat berbahaya itu bisa masuk ke dalam tubuh kita hingga meningkatkan risiko kanker. Jadi saran kami dari Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) untuk cara pengemasannya bisa menggunakan bakul purun, daun, pok plastik tapi harus ada pelapisnya untuk menyerap sisa-sisa plasma dan darah di serat daging karena bisa memberikan kualitas daging sehat dan layak dikonsumsi,” ucap drh Anang, Selasa (26/5/2026).
Selain itu, kualitas daging sapi yang terbungkus plastik akan berkurang dan cepat busuk apabila tidak segeranya dibagikan setelah disembelih.
“Kalau menggunakan kantong plastik, maka sisa cairan plasma dan darah itu akan mengendap di bawah. Sehingga apabila tidak dibagikan segera, maka kualitas daging cepat rusak dan busuk,” pungkasnya.(Ham/KPO-1)















