Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinEkonomi

Grab-OVO Berkolaborasi dengan Kementerian UMKM RI, APINDO, OJK, dan Pemerintah Kota Banjarmasin Dorong Akselerasi Digitalisasi UMKM Lewat Program Kota Masa Depan

×

Grab-OVO Berkolaborasi dengan Kementerian UMKM RI, APINDO, OJK, dan Pemerintah Kota Banjarmasin Dorong Akselerasi Digitalisasi UMKM Lewat Program Kota Masa Depan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260618 182134 scaled
Hj. Ananda, Wakil Wali Kota Banjarmasin (tengah duduk); bersama Yose Tireza Arizal, Head of Expansion Operations Territory, Grab Indonesia; Dr. Machli Riyadi, S.H., M.H, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin; dan Yogia Prihartiny, Asisten Deputi Kemitraan, Rantai Pasok, dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia; mencicipi kuliner khas Banjarmasin, produk dari mitra UMKM, dalam acara Kota Masa Depan #BeraniDigital di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/6/2026). (KP/Repro)

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Kota Banjarmasin resmi menjadi kota ke-17 dalam rangkaian program Kota Masa Depan: Berani Digital, kolaborasi Grab Indonesia, OVO serta OVO Finansial, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, pemerintah Kota Banjarmasin, APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yang digelar di Aula Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/6/2026). Program ini hadir sebagai upaya mempercepat digitalisasi UMKM di Kota Banjarmasin, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari potensi khas daerah.

Melalui program ini, puluhan pengusaha UMKM dan ekonomi kreatif di Banjarmasin mendapatkan pelatihan serta pendampingan secara intensif, mulai dari pendampingan masuk ekosistem digital, tips-tips mengembangkan usaha, meningkatkan visibilitas produk, pelatihan digital, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung produktivitas usaha.

Kalimantan Post

Selain itu, pengusaha UMKM juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha dan akses pendanaan digital yang lebih inklusif agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain memperkuat kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan, sebanyak 25 UMKM terpilih berdasarkan hasil seleksi tim GrabModal Mantul akan mendapatkan modal usaha melalui Program GrabModal Mantul guna mendorong pengembangan usaha mereka.

Mitra yang mendapatkan modal usaha dipilih berdasarkan serangkaian kriteria penilaian risiko dan performa usaha yang ditetapkan secara objektif oleh GrabModal Mantul, sejalan dengan prinsip tata kelola yang bertanggung jawab. Melalui penguatan modal ini, para pemilik usaha diharapkan tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di Kota Banjarmasin secara berkelanjutan.

Mengusung semangat Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan, program ini membuka akses yang lebih luas bagi pengusaha UMKM dan ekonomi kreatif terhadap teknologi digital, pengembangan usaha, perluasan pasar, hingga akses permodalan melalui berbagai inisiatif seperti GrabModal by OVO Finansial.

Kehadiran akses pembiayaan digital ini menjadi salah satu dukungan penting bagi pengusaha UMKM untuk mengembangkan usaha, menambah kapasitas produksi, hingga memperluas operasional bisnis mereka.

Hingga kini, lebih dari 445.000 Mitra Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Mitra Pengemudi di seluruh Indonesia telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp6 triliun melalui GrabModal by OVO Finansial sejak layanan pendanaan ini diluncurkan.

Dalam peresmian program ini, Yogia Prihartiny, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia didampingi oleh dr. Hj. Ananda, Wakil Wali Kota Banjarmasin; Anggana Bunawan, Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO); Andy Rahman Yuliman, Asisten Direktur Divisi PEPK dan LMS – OJK Provinsi Kalimantan Selatan; dan Yose Tireza Arizal, Head of Expansion Operations Territory, Grab Indonesia, berbincang langsung dengan para pengusaha UMKM. Mereka adalah Firly Norachim (Toko Mama Khas Banjar), Aldira Pradana (Pondok Patin Bakar), dan Athya Nasya Ulya (Hai Hai Ricebowl).

Momen ini sekaligus menandai pembukaan kembali operasional Toko Mama Khas Banjar dalam platform digital, yang dikenal sebagai salah satu pusat oleh-oleh di Banjarmasin yang menawarkan berbagai produk khas Kota Seribu Sungai.

Yogia Prihartiny, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menegaskan bahwa transformasi digital UMKM perlu terus diperluas agar tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah dengan potensi ekonomi lokal yang kuat, seperti Banjarmasin.

“Transformasi digital UMKM hari ini bukan lagi sekadar hadir di platform online, tetapi bagaimana UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing. Ke depan, adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan akan semakin relevan untuk membantu UMKM berkembang lebih adaptif dan efisien,” jelasnya.

“Selain itu, dukungan ekosistem yang menyeluruh, mulai dari pendampingan hingga akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial, juga menjadi penting agar UMKM di daerah dapat berkembang lebih adaptif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tunggu Review Desain Jembatan Cusa Selesai, Kelanjutan Pembangunan Diperkirakan 2027
IMG 20260618 WA0212
Penyerahan sertifikat apresiasi kepada mitra akselerasi digital dalam program Kota Masa Depan di Banjarmasin.

UMKM berperan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja. Karena itu, pemerintah terus menghadirkan berbagai dukungan melalui kolaborasi dengan sektor swasta serta berbagai pemangku kepentingan, guna membangun ekosistem UMKM yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Penguatan UMKM juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, di mana pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat pada sektor besar, tetapi turut bertumpu pada pengusaha usaha lokal yang menjadi penggerak ekonomi di tingkat komunitas dan daerah.

Anggana Bunawan, Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), menambahkan bahwa penguatan UMKM di daerah memerlukan kolaborasi lintas sektor agar pemilik usaha dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan secara lebih optimal.

“Saat ini masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan, mulai dari akses pasar, pembiayaan, keterhubungan dengan rantai nilai yang lebih besar, hingga peningkatan kapasitas usaha. Program seperti Kota Masa Depan menjadi penting karena menghadirkan pendampingan dan ekosistem yang membantu pengusaha UMKM lebih siap berkembang, memanfaatkan peluang digital, dan secara bertahap naik kelas,” ucapnya.

Selain peningkatan kapasitas dan akses pasar, UMKM juga perlu didukung dengan akses keuangan yang inklusif, agar pengusaha UMKM memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang.

Andy Rahman Yuliman, Asisten Direktur Divisi PEPK dan LMS – OJK Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, “OJK mengapresiasi berbagai inisiatif yang mendukung peningkatan literasi dan akses keuangan bagi UMKM. Akses terhadap layanan keuangan formal yang aman dan bertanggung jawab merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.”

“Seiring meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital, OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat dan pengusaha UMKM dapat memanfaatkan berbagai layanan keuangan secara optimal, sekaligus menjaga kerahasiaan data pribadi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan digital,” sambungnya.

Kebutuhan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM ini menjadi semakin relevan di kota-kota dengan potensi ekonomi lokal yang terus bertumbuh seperti Banjarmasin. Pada 2025, Banjarmasin mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,66 persen yang ditunjang oleh berbagai sektor, termasuk kuliner, akomodasi, dan pariwisata.

Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh keberadaan lebih dari 26 ribu UMKM, yang menggambarkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat serta peran signifikan UMKM dalam menjaga perputaran ekonomi di Kota Seribu Sungai tersebut.

dr. Hj. Ananda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, menyambut baik hadirnya program Kota Masa Depan: Berani Digital sebagai upaya bersama dalam memperkuat daya saing UMKM di daerah.

“Potensi UMKM di Banjarmasin terus berkembang, khususnya di sektor perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif. Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para pengusaha UMKM, mulai dari keterbatasan akses permodalan, literasi digital, hingga perluasan akses pasar. Dengan adanya program Kota Masa Depan ini, kami berharap pengusaha UMKM dapat semakin adaptif dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.

Yose Tireza Arizal, Head of Expansion Operations Territory, Grab Indonesia, menegaskan Kota Masa Depan: Berani Digital merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Grab Indonesia dan OVO serta OVO Finansial dalam mempercepat digitalisasi UMKM di kota-kota kecil, dengan mengedepankan semangat ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari identitas dan potensi lokal.

IMG 20260618 WA0213
Foto bersama di sela rangkaian kegiatan program Kota Masa Depan di Banjarmasin.

Yose menyampaikan, “Kami ingin menghadirkan dukungan yang dibutuhkan oleh pengusaha UMKM di daerah, agar mereka bisa lebih adaptif dan berkembang. Bersama pemerintah, kami mendorong pemberdayaan UMKM melalui akses yang lebih luas terhadap teknologi, pasar, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses permodalan melalui GrabModal by OVO Finansial.”

“Kami percaya bahwa ketika UMKM semakin adaptif terhadap era digital, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pemko Banjarmasin Matangkan Pengembangan Kawasan Heritage Sultan Suriansyah

Hingga saat ini, program Kota Masa Depan: Berani Digital telah menjangkau kota-kota kecil dari Barat hingga Timur Indonesia. Berikut adalah sebagian dampak positif dari program ini:
Lebih dari 200.000 UMKM di kota-kota kecil telah terdigitalisasi melalui program Kota Masa Depan.
Lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional telah go digital melalui inisiatif GrabMart Pasar.

Sejak 2021, akses pembiayaan senilai lebih dari Rp6 triliun telah disalurkan kepada lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi melalui layanan GrabModal by OVO Finansial.

Sejak 2018, digitalisasi UMKM di ekosistem Grab telah menciptakan lebih dari 4,6 juta peluang kerja di Indonesia. Satu dari lima Mitra Merchant Grab merupakan Generasi Z yang memulai bisnis pertamanya melalui platform Grab, mencerminkan munculnya generasi baru wirausaha digital.

Grab percaya bahwa masa depan kota-kota kecil memiliki peran penting dalam membentuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih merata. Dengan potensi lokal yang kuat dan dukungan ekosistem digital yang tepat, UMKM di berbagai daerah memiliki peluang untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Melalui Program Kota Masa Depan, Grab terus mendampingi perjalanan pemilik usaha lokal agar dapat tumbuh bersama komunitasnya.

Sementara itu, Firly Norachim (Toko Mama Khas Banjar) menceritakan, ia merintis usaha minimarket oleh-oleh Toko Mama Khas Banjar bersama istrinya sejak 2020. Mereka kini telah memiliki 3 outlet dan memanfaatkan layanan GrabMart untuk membantu memperluas jangkauan konsumen, termasuk dengan memanfaatkan berbagai program promosi serta mendapatkan dukungan pembiayaan usaha dari Grab.

“Karena kami membangun usaha ini dari nol, makanya setiap perkembangan sangat berarti bagi kami. Bergabung menjadi Mitra Merchant Grab membantu usaha kami lebih dikenal luas. Kami bisa menjangkau pelanggan baru. Alhamdulillah, juga kami mendapatkan bantuan pembiayaan dari Grab. Kami akan memanfaatkannya untuk menambah variasi produk, memperkuat operasional usaha agar bisa melayani pelanggan dengan lebih baik. Kami berharap Mama Khas Banjar bisa terus berkembang dan semakin dikenal sebagai pilihan oleh-oleh khas Banjar bagi masyarakat maupun wisatawan,” ucap Firly Norachim.

Kemudian, ada Pondok Patin Bakar, salah satu tempat kuliner legendaris di Banjarmasin yang dikenal dengan sajian khas Banjar seperti ikan patin dan mandai. Kini usaha tersebut memiliki 7 outlet dan dikelola oleh generasi kedua, yaitu Wijaya Tjuatja. Mereka bergabung dalam ekosistem Grab untuk memanfaatkan berbagai fitur dan program untuk memperluas jangkauan pelanggan sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnisnya.

“Sebagai usaha yang sudah berdiri cukup lama, tantangan kami bukan hanya mempertahankan kualitas, tetapi juga mengikuti perubahan perilaku konsumen di era digitalisasi. Karena itu kami memanfaatkan ekosistem Grab untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas dan memperkenalkan kuliner khas Banjar kepada lebih banyak orang. Kami melihat teknologi bukan sebagai pengganti, melainkan alat yang membantu usaha lokal seperti kami tetap relevan, terus berkembang, dan diwariskan ke generasi berikutnya,” tutur Aldira Pradana, perwakilan Pondok Patin Bakar.

Perjalanan bisnis yang berkembang bersama pemanfaatan teknologi juga ditunjukkan oleh Hai Hai Ricebowl, salah satu brand kuliner lokal Banjarmasin yang berawal dari usaha rumahan. Kini, bisnis yang dikelola langsung oleh pendirinya, Athya Nasya Ulya, telah berkembang menjadi lima outlet.

“Saat memulai usaha dari rumah, saya tidak pernah membayangkan Hai Hai Ricebowl bisa berkembang hingga memiliki beberapa outlet seperti sekarang. Salah satu pelajaran terbesar yang saya rasakan adalah pentingnya beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Melalui digitalisasi, kami bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas. Sebagai Mitra Merchant Grab, saya memanfaatkan berbagai program dan fitur yang tersedia. Program Kota Masa Depan seperti ini juga membantu kami untuk terus belajar, bereksperimen, dan mengembangkan usaha agar bisa tumbuh secara berkelanjutan,” kata Athya Nasya Ulya. (Opq/KPO-1)

Iklan
Iklan