Banjarbaru, KP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mengimbau seluruh armada pemadam kebakaran, termasuk Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta, agar tidak berangkat menuju lokasi kebakaran dengan tangki air kosong. Imbauan ini menyusul ditemukannya 21 titik hidran di Banjarbaru yang tidak berfungsi optimal.
Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Banjarbaru, Bahrani, mengatakan hasil pendataan terbaru menunjukkan dari 49 titik hidran yang tersebar di sejumlah kecamatan, hanya 28 titik atau 57,14 persen yang berada dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Sementara itu, sebanyak 21 titik atau 42,86 persen mengalami berbagai kendala teknis sehingga tidak dapat diandalkan saat penanganan kebakaran.
“Hasil pengecekan lapangan menunjukkan ada 12 titik hidran yang secara fisik masih utuh, tetapi sama sekali tidak mengeluarkan air. Sedangkan sembilan titik lainnya mengalami kerusakan fisik sehingga tidak bisa dimanfaatkan,” ujar Bahrani.
Melihat kondisi tersebut, BPBD meminta seluruh personel pemadam kebakaran tidak mengandalkan hidran sebagai sumber utama pasokan air ketika menuju lokasi kebakaran, terutama saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Bahrani, setiap armada harus memastikan tangki air terisi penuh sebelum berangkat agar proses pemadaman tidak terhambat akibat keterbatasan pasokan air.
“Jangan pernah berangkat menuju lokasi kejadian dengan tangki kosong lalu berharap pada hidran di titik api. Sebelum berangkat tangki harus penuh. Setelah selesai pemadaman, isi penuh kembali sebelum kembali ke posko,” tegasnya.
Ia menjelaskan masih terdapat beberapa hidran yang berfungsi baik, di antaranya berada di depan kantor kelurahan dan sejumlah titik yang berdekatan dengan posko utama pemadam kebakaran.
Selain kesiapan armada, BPBD juga mengingatkan pentingnya menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat. Pengambilan air dalam jumlah besar dari jaringan hidran saat musim kemarau dikhawatirkan dapat menurunkan tekanan distribusi air ke rumah-rumah warga.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Banjarbaru telah mengajukan permohonan kepada PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar agar armada pemadam kebakaran dapat melakukan pengisian air langsung di instalasi produksi.
“Pengambilan air jangan sampai mengganggu distribusi ke rumah warga. Kami sudah bersurat kepada PTAM agar armada pemadam mendapat akses pengisian air di instalasi produksi. Saat ini kami masih menunggu jawaban resmi,” kata Bahrani.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengisian air armada pemadam sekaligus menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal selama musim kemarau.(Dev/K-5)















