Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Laba Bersih PAM Bandarmasih 2025 Alami Kenaikan, Mencapai Rp 50 Miliar Lebih

×

Laba Bersih PAM Bandarmasih 2025 Alami Kenaikan, Mencapai Rp 50 Miliar Lebih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260630 WA0056
Ekspose laporan keuangan dan hasil kinerja tahun 2025 bersama awak media, di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (30/6/2026). (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Keuangan Perusahaan Air Minum Bandarmasih (PAM) Bandarmasih menunjukkan tren positif pada tahun 2025.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi menuturkan laba usaha setelah pajak pada akhir tahun lalu mencapai Rp 50 miliar lebih dimana pada tahun 2024 ke 2025, kenaikan laba sekitar Rp 4 miliar.

Kalimantan Post

“Jadi kami sampaikan bahwa laba mengalami meningkat pada tahun 2025 lalu,” ungkap Zulbadi dalam Ekspose Laporan Keuangan dan Hasil Kinerja Tahun 2025 di Aula PAM Bandarmasih, Selasa (30/6/2026).

Selain itu, Zulbadi melaporkan PAM Bandarmasih mendapat penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 25 tahun berturut-turut.

Berdasarkan perhitungan indikator kinerja per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 47 Tahun 1999. PAM Bandarmasih masuk dalam Kategori Baik.

Kemudian perhitungan indikator kinerja per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 berdasarkan penilaian tingkatan kesehatan menurut Kementerian PUPR masuk dalam Kategori Sehat.

“Alhamdulillah WTP kita pertahankan 25 tahun,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga memastikan tidak ada kenaikan tarif air bersih kepada pelanggan karena fokus pihaknya saat ini memperbaiki pelayanan agar merata dan terpenuhi. Salah satunya peremajaan pipa air yang lebih difokuskan di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara yang sering banyak keluhan.

“Apabila sudah terpenuhi, baru nanti ada hak dan kewajiban yang disesuaikan,” tuturnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PAM Bandarmasih, Edy Wibowo menambahkan peremajaan pipa air dilakukan secara bertahap yang mana diiprioritaskan pada faktor usia pipa dan kepadatan penduduk.

“Kenapa dibagi beberapa tahap karena menyesuaikan kemampuan keuangan,” kata Edy.

Kendati demikian, pihaknya tetap berusaha agar peremajaan pipa air segeranya ditangani dengan upaya meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) atau dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Seminar Hukum Nasional Uniska Soroti KUHP Baru, Dekan Sindir Kursi Wakil Rakyat Kosong

“Kalau dalam setahun dua tahun ada bantuan artinya tidak perlu waktu lima tahun dalam dua tahun bisa selesai. Ini kita upayakan agar masyarakat bisa memahami supaya tetap terlayani dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Dalam peremajaan pipa air itu lanjutnya, untuk anggaran yang dikuncurkan sekitar Rp 80 miliar. (ham/KPO-3)

Iklan
Iklan